- PT KAI Daop 1 Jakarta menutup 15 perlintasan liar di Kabupaten Bogor untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
- Penutupan dilakukan karena perlintasan tidak resmi tersebut menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat.
- Program penutupan seluruh perlintasan liar di wilayah kerja PT KAI ditargetkan akan selesai sepenuhnya hingga Agustus 2026.
SuaraBogor.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengambil langkah tegas untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.
PT KAI menargetkan penutupan seluruh perlintasan sebidang liar atau jalan tikus di wilayah kerjanya hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data resmi PT KAI Daop 1 Jakarta yang diunggah ulang oleh akun komunitas lokal @lifeatbojonggede, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penutupan titik terbanyak, yakni mencapai 15 titik perlintasan liar.
Langkah penutupan ini bukan tanpa alasan. Perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar menjadi salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api.
Minimnya rambu keselamatan, penjagaan yang tidak resmi, serta tingginya mobilitas warga di perlintasan tersebut dinilai sangat membahayakan nyawa.
Bagi Anda warga Bojonggede, Cilebut, hingga Citayam, berikut adalah daftar lengkap gang dan lokasi perlintasan liar KRL yang masuk dalam target penutupan PT KAI Daop 1 Jakarta:
Lintas Cilebut – Bogor
- KM 48+2/3: Kawasan Kampung Pledang
- KM 49+512: Kawasan Gang Blok Asem
- KM 50+164: Kawasan Tugu Wates
- KM 49+296: Kawasan Gang Mesjid
Lintas Citayam – Bojonggede
- KM 40+490: Kawasan Gang Jamal
- KM 41+550: Kawasan Gang Paseban
- KM 42+265: Kawasan Gang Dodol
Lintas Bojonggede – Cilebut
Baca Juga: Detik-detik Menegangkan! Video Dashcam Motor Terjatuh Saat Salip Truk Alat Berat di Summarecon Bogor
- KM 45+254: Lokasi perlintasan sebidang.
- KM 46+172: Kawasan Sipatahuman
Selain 15 titik di Kabupaten Bogor, penutupan ini juga tersebar di beberapa area operasional lainnya. Di antaranya meliputi tujuh titik di DKI Jakarta, lima titik di Sukabumi, delapan titik di Banten, masing-masing dua titik di Bekasi dan Karawang, serta satu titik di wilayah Depok.
Pihak KAI Daop 1 Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung program penutupan ini demi keselamatan bersama.
Berita Terkait
-
Detik-detik Menegangkan! Video Dashcam Motor Terjatuh Saat Salip Truk Alat Berat di Summarecon Bogor
-
Penyebab Belum Diketahui, Angkot Tiba-tiba Jadi Arang di Kelurahan Sempur Bogor
-
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Dimusnahkan? Ini Penjelasan Bupati Bogor Saat Bersihkan Situ Citatah
-
Harkitnas ke-118, Bupati Bogor Ajak Warga Warisi Semangat Juang Lewat Medsos Positif
-
Puskesmas Cisarua Disorot, Bupati Rudy Susmanto Janji Evaluasi Menyeluruh
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional
-
Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif
-
BRI Siap Jadikan Potensi Emas Indonesia Kekuatan Ekonomi Nasional
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan