- Pemkab Cianjur bersama Pemprov Jabar menertibkan 200 kios pedagang di jalur wisata Puncak demi estetika serta kelancaran lalu lintas.
- Pemerintah memberikan dana kompensasi sebesar Rp10 juta bagi setiap pemilik kios yang terdampak pembongkaran bangunan di kawasan Puncak.
- Pedagang mengharapkan solusi relokasi dari pemerintah agar mereka tetap dapat menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memberikan kepastian terkait keberlangsungan ekonomi para pedagang terdampak penataan kawasan Puncak.
Sebanyak 200 pedagang yang kiosnya dibongkar di sepanjang jalur pariwisata Puncak-Cianjur dipastikan mendapatkan dana kompensasi serta peluang lapangan kerja baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyeimbangkan antara penataan ruang publik dengan perlindungan sosial bagi warga terdampak.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan dukungannya terhadap upaya penertiban yang dilakukan oleh Pemprov Jabar guna mengembalikan fungsi estetika dan kelancaran lalu lintas di jalur nasional tersebut.
Berdasarkan data resmi, total terdapat 200 unit kios yang telah dibongkar. Sebagai kompensasi, setiap pemilik kios berhak menerima uang tunai sebesar Rp10 juta.
"Masing-masing pedagang mendapat kompensasi sebesar Rp10 juta. Dana ini dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha di lokasi yang baru (relokasi) atau untuk keperluan produktif lainnya," ujar Wahyu Ferdian, Senin (15/6/2026).
Pihaknya segera berkoordinasi dengan jajaran Pemprov Jabar terkait permintaan para pedagang untuk direlokasi agar mereka tetap dapat berjualan guna menghidupi keluarganya, dengan harapan ke depan mereka kembali diberdayakan.
"Kami akan berkoordinasi dengan Pemprov terkait permintaan relokasi dari ratusan pedagang di kawasan Puncak, harapan kami ada solusi lain dari Pemprov agar pedagang dapat kembali berjualan," katanya.
Sementara sejumlah pedagang yang hanya bisa pasrah kios yang selama puluhan tahun tempat mereka mencari nafkah diratakan alat berat petugas gabungan Sat Pol PP Cianjur, berharap relokasi atau solusi lain agar mereka tetap bisa berjualan.
Baca Juga: Ada Pemeliharaan Darurat, Ini Wilayah di Cianjur yang Alami Pemadaman Listrik Terencana
Pasalnya selama ini mereka sudah biasa berjualan dan tidak memiliki keahlian sebagai pegawai apalagi petugas kebersihan, mereka berharap ada lokasi lain seperti ratusan pedagang di kawasan Puncak-Bogor yang disediakan pemerintah.
"Kami sudah biasa berjualan, kami berharap ada relokasi agar kami tetap berjualan, sedangkan terkait kompensasi belum ada kepastian karena sejak awal kami menolak pembongkaran sebelum ada kepastian termasuk relokasi," kata pedagang, Yanti (49). [Antara].
Berita Terkait
-
Ada Pemeliharaan Darurat, Ini Wilayah di Cianjur yang Alami Pemadaman Listrik Terencana
-
Kiosnya Diratakan Alat Berat, Pedagang Puncak Pass Bingung Cari Tempat Jualan Baru
-
Listrik Jabodetabek Padam Bergilir
-
Wajib Tahu! Ini Tarif Resmi Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas Sesuai PP Terbaru
-
4 Rekomendasi Penginapan Puncak - Cipanas 2026 Lengkap dengan Harganya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Salurkan Pembiayaan Perumahan Rp12,17 Triliun, Presiden Hadiri Akad Massal di Batang
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM