- Satpol PP Cianjur membongkar 160 kios ilegal di sepanjang jalur Puncak Pass hingga Segar Alam, Sabtu (13/6/2026).
- Penertiban tersebut bertujuan mengembalikan fungsi trotoar serta estetika kawasan wisata utama di wilayah Provinsi Jawa Barat.
- Petugas gabungan telah menertibkan total 200 bangunan liar tanpa izin demi menjamin kenyamanan dan ketertiban lalu lintas.
SuaraBogor.id - Pemkab Cianjur melakukan langkah tegas dalam menata wajah pariwisata di kawasan Puncak. Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar sedikitnya 160 unit kios ilegal yang berdiri di sepanjang jalur Puncak Pass hingga Segar Alam, Sabtu (13/6/2026).
Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi trotoar dan estetika jalan nasional sebagai gerbang utama wisata Jawa Barat.
Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, menjelaskan bahwa aksi pembongkaran hari ini adalah tahap lanjutan dari agenda besar penataan kawasan Puncak yang sebelumnya telah diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
"Pembongkaran hari ini menyasar 160 kios ilegal yang berdiri di area terlarang sepanjang jalur Puncak. Langkah ini penting untuk menjamin kenyamanan wisatawan serta menjaga ketertiban lalu lintas di jalan nasional," ujar Djoko Purnomo, dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan pembongkaran dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP Jawa Barat, TNI, Polri, dan dinas terkait. Meski sempat mendapat penolakan, proses penertiban tetap berjalan dengan bantuan alat berat.
Sebagian pemilik kios juga melakukan pembongkaran secara mandiri setelah menerima surat peringatan dari pemerintah.
Djoko mengatakan total kios yang telah ditertibkan mencapai 200 unit. Sebelumnya, penertiban dilakukan terhadap 40 kios di kawasan pertigaan Hanjawar hingga Ciloto-Puncak dengan nilai kompensasi yang sama.
Menurut dia, sebagian besar bangunan yang ditertibkan tidak memiliki izin dan telah dibangun secara permanen sehingga harus dibongkar untuk mendukung program penataan kawasan wisata oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Sebagian besar bangunan berdiri tanpa izin. Sebelum penertiban dilakukan, kami telah melayangkan surat peringatan sehingga banyak pemilik yang melakukan pembongkaran secara mandiri," katanya.
Baca Juga: Listrik Jabodetabek Padam Bergilir
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku masih bingung menentukan lokasi usaha baru setelah kios mereka dibongkar. Mereka berharap pemerintah menyediakan lokasi relokasi agar tetap dapat melanjutkan usaha.
Pemilik kios di kawasan Segar Alam Yanti (49) berharap pemerintah memberikan kejelasan terkait relokasi dan kompensasi bagi para pedagang terdampak.
"Kami berharap ada relokasi dan kejelasan terkait kompensasi yang diberikan pemerintah," kata Yanti.
Berita Terkait
-
Listrik Jabodetabek Padam Bergilir
-
Wajib Tahu! Ini Tarif Resmi Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas Sesuai PP Terbaru
-
4 Rekomendasi Penginapan Puncak - Cipanas 2026 Lengkap dengan Harganya
-
Libur Panjang Akhir Mei, Okupansi Hotel di Puncak - Cipanas Tembus 70 Persen
-
Kembali Makan Korban, Jalur Tengkorak Cisarua Bogor Bikin Pemotor Jakarta Terluka Parah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor