- EIGER mengubah nama destinasi ekowisata di Bogor menjadi EIGER Nature untuk dibuka pada September 2026.
- Destinasi ini menerapkan pendekatan 3E Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi untuk konservasi alam serta pemberdayaan masyarakat.
- Proyek ini melibatkan ratusan tenaga kerja lokal dan mengalokasikan lima persen laba bersih untuk program pelestarian.
SuaraBogor.id - Menjelang pembukaannya untuk publik pada September 2026, EIGER secara resmi memperkenalkan EIGER Nature, sebuah wajah baru dalam perjalanan pengembangan destinasi ekowisata milik mereka di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Perubahan dari nama sebelumnya, EIGER Adventure Land, menjadi EIGER Nature bukan sekadar berganti label. Langkah ini merupakan bagian penting dari transformasi untuk memperjelas kembali tujuan serta arah destinasi.
Berangkat dari perjalanan hampir empat dekade yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan, EIGER Nature hadir mengusung semangat baru yakni menghadirkan petualangan yang tak hanya menawarkan keindahan panorama, tetapi juga memberikan makna, pembelajaran, serta dampak positif yang nyata bagi alam, budaya, dan masyarakat setempat.
“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur EIGER Nature, Rabu (19/8/2026).
Imanuel menjelaskan, bahwa membangun ekosistem ekowisata yang bermakna EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi.
Dengan pendekatan ini, EIGER Nature ingin memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik dan bermakna.
“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Imanuel.
Komitmen terhadap keberlanjutan menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan.
Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan nilai ekologis kawasan, termasuk penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah.
Di sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature juga telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar, dan diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan saat beroperasi.
Baca Juga: Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, 5 persen dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup manusia, termasuk berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, serta program 1 Ticket 1 Tree.
Bagi EIGER Nature, lanjut dia bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang meminimalkan dampak negatif, tetapi tentang bagaimana kehadiran destinasi dapat menciptakan dampak positif yang terus tumbuh bagi lingkungan dan masyarakat.
EIGER Nature tambah dia dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.
Berbagai atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, termasuk Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” pungkas Imanuel.
Sekedar informasi, EIGER Nature akan membuka akses kepada publik pada September 2026, membawa harapan untuk menjadi destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi manusia, berdampak positif bagi alam, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Perkuat Ekosistem MotoGP Mandalika 2026 Lewat Pariwisata, UMKM, dan Keberlanjutan
-
BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Lapas Cibinong, Tensi Agak Tinggi
-
BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar
-
Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor