- Sebuah video keluhan sopir truk terkait biaya masuk dan bongkar muat viral karena diduga pungli di Pasar TU Kemang, Bogor, pada 22 Agustus 2026.
- Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya Haris Maraden menyatakan peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman sopir baru terhadap mekanisme pembayaran resmi yang berlaku.
- Sebagai tindak lanjut, Perumda Pasar Pakuan Jaya berencana mengubah sistem penarikan iuran melalui mandor untuk mencegah terjadinya miskomunikasi di lapangan.
SuaraBogor.id - Viral di media sosial video seorang sopir truk yang mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Teknik Umum (TU) Kemang, Bogor.
Sopir tersebut mempertanyakan besarnya biaya yang harus ia keluarkan hanya untuk masuk dan melakukan proses bongkar muat barang di area pasar.
Dalam rekaman video yang diterima SuaraBogor, sang sopir menyebutkan harus merogoh kocek hingga Rp15.000 untuk biaya masuk dan Rp10.000 untuk bongkar muat.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti karcis dari paguyuban bongkar muat yang tidak mencantumkan nominal tarif secara transparan.
Saat dikonfirmasi dalam video, petugas paguyuban menegaskan bahwa tarif tersebut memang aturan yang berlaku di lokasi.
"Itu memang Rp10.000, nanti tanya aja sama yang lain," cetus petugas tersebut.
Merespon itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Haris Maraden, membantah anggapan bahwa seluruh pembayaran tersebut merupakan pungli.
Katanya, ada tarif parkir dan bongkar muat resmi yang ditetapkan PPJ serta iuran jasa pekerja berdasarkan kesepakatan paguyuban bongkar muat dengan pedagang.
"Kemudian setelah itu ada namanya di sana mereka sebutnya paguyuban bongkar muat, paguyuban kuli bongkar muat," kata Haris, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Bela Istri yang Ditendang, Pria di Cibinong Tewas Ditikam Saat Beli Gorengan
Dia menjelaskan, iuran jasa bongkar muat biasanya dibayar lebih dulu oleh sopir,uang tersebut kemudian diganti oleh pedagang atau pemilik lapak yang menggunakan jasa tersebut.
"Mereka mengambil iuran kepada sopir, tapi sopir minta diganti kepada pedagang yang punya lapak dagangan," katanya.
Menurut Haris, sopir dalam video baru pertama kali datang ke Pasar TU Kemang sehingga belum mengetahui mekanisme pembayaran tersebut.
Kondisi itu kemudian memicu kesalahpahaman dengan petugas di lokasi.
"Jadi duit itu tuh diganti sama pedagang, cuman karena sopir baru enggak tahu, jadi ribut akhirnya, makanya saya enggak mau gitu lagi, miskomunikasi terus, udah mending biar mandor tuh ada kerjanya, mandor aja ngambilin pembayaran gitu loh, jangan pakai pos," jelas Haris.
Usai kejadian itu, PPJ berencana mengubah cara penarikan iuran.
Berita Terkait
-
Bela Istri yang Ditendang, Pria di Cibinong Tewas Ditikam Saat Beli Gorengan
-
Respons Protes Habib Bahar, Pemkab Bogor Tutup Pabrik Minol di Citeureup
-
Hasil Patungan Personel Polres Bogor, Bantuan Rp100 Juta Tiba di Manggarai Timur NTT
-
Kecelakaan Depan Alfamart Ciheuleut Bogor, Mobil Seruduk Kios hingga Papan Reklame
-
Mampu Tampung 700 Sapi, Pasar Hewan Jonggol Diperkuat untuk Peternak Bogor
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029
-
Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal
-
Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Pertumbuhan UMKM dan Sport Tourism
-
Mutasi Polri: Kombes Pol. Adhitya Panji Anom Resmi Jabat Kapolresta Bogor Kota