- Polres Bogor menyita hampir satu ton merkuri ilegal senilai Rp2,8 miliar pada 17 Agustus 2026.
- Sindikat mendistribusikan merkuri dari Maluku melalui Surabaya menuju Bogor untuk penambangan emas ilegal.
- Polisi menggerebek lokasi pengolahan emas ilegal di Leuwiliang dan menangkap tersangka berinisial SA.
SuaraBogor.id - Kepolisian Resor (Polres) Bogor berhasil membongkar jaringan besar peredaran merkuri (air raksa) ilegal yang menjadi pemasok utama aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).
Dalam operasi yang dilakukan pada Senin (17/8/2026), polisi menyita hampir satu ton merkuri siap edar yang ditaksir memiliki nilai ekonomi mencapai miliaran rupiah.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pengembangan dari serangkaian kasus tambang emas ilegal yang sebelumnya telah diungkap di wilayah Bogor Barat.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 998,825 kilogram merkuri yang telah dikemas rapi dalam 123 botol ukuran 600 mililiter.
Selain itu, polisi menyita timbangan digital, buku catatan transaksi, serta tiga unit telepon genggam milik para tersangka.
"Harga merkuri ini di pasar gelap mencapai Rp2,9 juta per kilogram. Dengan total hampir satu ton, nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar," ujar AKBP Wikha Ardilestanto di Mako Polres Bogor, Cibinong.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa zat berbahaya tersebut berasal dari olahan batu cinnabar yang ditambang secara ilegal di Gunung Cinnabar, Maluku. Sindikat ini menggunakan jalur udara dan darat untuk mendistribusikan barang haram tersebut.
"Barang diterbangkan dari Maluku menuju Surabaya, kemudian didistribusikan ke wilayah Kabupaten Bogor menggunakan kendaraan roda empat," jelas Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, membeberkan bahwa jaringan ini telah beroperasi setidaknya tiga kali dengan jangkauan distribusi yang luas.
Baca Juga: Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini
Bahan kimia ini dikirimkan ke para penambang emas ilegal di tiga wilayah utama, yakni Bogor, Depok, dan Sukabumi.
"Kami menemukan adanya pembuangan limbah merkuri ke lingkungan, baik ke air maupun tanah. Berdasarkan keterangan ahli, senyawa merkuri ini tidak dapat terurai secara alami dan sangat membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang," tegas AKP Anggi.
Berbekal informasi dari jaringan merkuri tersebut, Polres Bogor juga berhasil menggerebek lokasi pengolahan dan pemurnian emas ilegal di Kecamatan Leuwiliang. Polisi menangkap seorang tersangka berinisial SA (46).
Di lokasi tersebut, polisi menyita perlengkapan produksi yang masif, di antaranya:
- 30 unit alat gelundung (mesin pemutar batuan).
- Satu karung batuan dan satu karung lumpur mengandung emas.
- Peralatan las, tabung oksigen, dan wadah merkuri berisi "jendil" (amalgam) emas.
Aktivitas ilegal di Leuwiliang ini diketahui telah berjalan selama dua tahun sejak 2024 dengan motif murni keuntungan ekonomi pribadi secara melawan hukum.
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara
Berita Terkait
-
Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini
-
Tolak Aturan 20 Tahun! 6 Fakta Demo Ratusan Sopir Angkot Bogor di Balai Kota
-
Bahas 'Kesempatan Kedua', Habib Ja'far Ajak Nasabah CIMB Niaga Syariah Refleksi Diri di Layar Lebar
-
Angkot Tua Terancam Mati, Sopir Geruduk Balai Kota Bogor: Kalau Dimatikan, Anak Istri Mau Makan Apa
-
Ratusan Siswa di Bogor Terbantu, DPRD dan Pemkot Fasilitasi Penebusan Ijazah
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana
-
McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir