- Ratusan sopir menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Bogor pada Kamis untuk memprotes kebijakan transportasi.
- Massa menuntut peninjauan kembali aturan reduksi trayek serta pembekuan penertiban angkot berusia di atas 20 tahun.
- Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan telah menerima seluruh aspirasi dan akan membahas solusi bersama perwakilan sopir.
SuaraBogor.id - Pemandangan tak biasa mewarnai Balai Kota Bogor pada Kamis (3/9/2026). Puluhan angkot terparkir memenuhi area sekitar, sementara ratusan sopirnya berkumpul membawa banner berisi curahan hati dan protes keras terhadap kebijakan penataan transportasi umum kota.
Bagi para sopir, aturan baru ini dirasa terburu-buru dan langsung mengancam piring nasi mereka. Lewat aksi ini, mereka menuntut Pemkot Bogor untuk memikirkan ulang dampak kebijakan tersebut, terutama terkait keberlanjutan angkot yang terkena reduksi trayek.
Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah membekukan penertiban angkot yang berumur teknis lebih dari 20 tahun.
"Beri kami solusi dulu, baru tertibkan," menjadi pesan utama yang ingin mereka sampaikan sebelum armada tua mereka benar-benar dilarang beroperasi.
Salah satu sopir angkot, Kenda (58), yang telah 35 tahun menjadi sopir, menilai kebijakan peremajaan harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi sopir dan pemilik angkot.
Kata dia, membeli kendaraan baru dengan skema pembiayaan menjadi beban berat bagi sopir yang penghasilannya sangat bergantung pada setoran harian.
Kenda meminta Pemkot Bogor tidak serta-merta mematikan angkot tua.
Menurut dia, kendaraan yang masih dapat digunakan seharusnya diperbaiki dan dilengkapi kembali administrasinya.
“Kalau memang angkotnya dimatikan, ya harus dikasih pekerjaan. Karena dia punya anak-istri mau dikasih makan apa,” kata dia.
Baca Juga: Ratusan Siswa di Bogor Terbantu, DPRD dan Pemkot Fasilitasi Penebusan Ijazah
“Lebih baik ini aja dipelihara yang mobil tua, dibaguskan kembali. Dirapihkan kembali, pajak dihidupkan kembali, kir dihidupkan kembali, trayek dihidupkan kembali,” ungkapnya.
Dia juga mempersoalkan besarnya biaya yang harus ditanggung jika sopir atau pemilik angkot diwajibkan melakukan peremajaan.
“Satu unit reduksi aja Rp100 juta harus. Sebulannya misalnya Rp4,2 juta. Kita setoran hasil narik Rp100 ribu juga nggak sanggup, apalagi segitu,” katanya.
Kenda menegaskan, tuntutan mereka bukan untuk membiarkan angkot tidak layak jalan tetap beroperasi.
Ia justru meminta kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan ditertibkan, tetapi angkot yang masih bisa diperbaiki diberi kesempatan untuk tetap beroperasi.
“Kalau mobil tidak rapi silakan ambil, silakan tangkap. Jangan ada reduksi,” kata dia.
Berita Terkait
-
Ratusan Siswa di Bogor Terbantu, DPRD dan Pemkot Fasilitasi Penebusan Ijazah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi
-
Kepung 32 Kecamatan, Kekeringan di Kabupaten Bogor Meluas Sentuh 277 Ribu Jiwa
-
Alun-Alun Kota Bogor Kembali Bau Pesing dan Dipenuhi Botol Air Kencing
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia
-
Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana
-
McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB