Andi Ahmad S
Rabu, 02 September 2026 | 16:20 WIB
Penampakan lokasi sumber bau pesing yang berada di kawasan Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat. [Dziharul Islam Nusantara/Suara Bogor]
Baca 10 detik
  • Warga mengeluhkan bau pesing di Alun-Alun Kota Bogor pada Rabu (2/9/26) akibat tindakan buang air kecil sembarangan.
  • Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor telah membersihkan lokasi tersebut sehari sebelumnya pada Selasa (1/9/26).
  • Masyarakat berharap pemerintah segera membersihkan kembali area tersebut dan meningkatkan pengawasan langsung oleh petugas di lapangan.

SuaraBogor.id - Aroma tak sedap kembali tercium di area Alun-Alun Kota Bogor, bau pesing yang menyengat dikeluhkan warga yang melintas maupun mereka yang hendak menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

Padahal, sehari sebelumnya pada Selasa (1/9/26), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) telah melakukan penyemprotan dan pembersihan di titik yang menjadi sumber bau pesing tersebut.

Namun, pada hari ini Rabu (2/9/26), bau pesing kembali tercium di lokasi.

Pantauan Suara Bogor di lokasi, terlihat sejumlah botol plastik berisi cairan yang diduga air kencing dibuang di sekitar area tersebut.

Selain itu, tampak pula genangan cairan yang diduga air kencing di titik itu.

Ade (47), warga yang ditemui di lokasi, mengaku bau pesing tersebut sangat mengganggu, terlebih kawasan alun-alun seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga.

“Sangat mengganggu, kebanyakan yang datang ke alun-alun itu untuk hiburan dan harusnya nyaman gitu. Kalau bau begini kan jadi ganggu banget,” kata Ade.

Menurut dia, bau tersebut juga dirasakan warga yang tengah menunggu angkot maupun ojek online di sekitar kawasan alun-alun.

Ia mengatakan, meski fasilitas toilet telah disediakan, masih ada orang yang memilih buang air kecil sembarangan, terutama pada malam hari.

Baca Juga: Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Ade menilai keberadaan lampu sorot dan CCTV yang akan dipasang belum cukup untuk mencegah perilaku tersebut.

Ia berharap ada petugas yang melakukan pengawasan secara langsung, terutama pada malam hari.

“Tetap saja enggak ngaruh. Harusnya paling ada petugas yang jaga 24 jam,” kata ade.

Keluhan serupa disampaikan Adi (42). Ia mengaku masih mencium bau pesing ketika melintas di kawasan tersebut.

“Sama aja, masih bau dan ganggu. Saya kalau lewat sini pasti aja bau pesing,” katanya.

Adi berharap kawasan tersebut kembali dibersihkan sehingga warga dapat beraktivitas tanpa terganggu aroma pesing.

Load More