- Pemerintah Kabupaten Bogor akan melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 4 hingga 6 kilometer di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak pada tahun 2026.
- Proyek infrastruktur dari Kampung Citalahab ini bertujuan menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor langsung dengan Kabupaten Sukabumi hingga kawasan Pelabuhan Ratu.
- Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa pembukaan jalur tersebut berfungsi untuk menghidupkan ekonomi lokal serta mempermudah mobilitas warga.
SuaraBogor.id - Pemkab Bogor terus mendorong percepatan pemerataan infrastruktur di kawasan barat! Pembangunan jalan dari Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung dipastikan berlanjut pada 2026 mendatang.
Jalur sepanjang 4-6 km yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini akan mengoneksikan wilayah Bogor langsung ke Kabupaten Sukabumi hingga Pelabuhan Ratu. Proyek ini melanjutkan pembukaan jalur awal sepanjang 20 kilometer yang telah dikerjakan sebelumnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembukaan jaringan jalan ini berfungsi sebagai 'urat nadi' kawasan menghidupkan ekonomi lokal, mempermudah mobilitas warga, serta meratakan pembangunan di wilayah perbatasan.
"Kebetulan 2026 dari mulai Citalahab kita lanjutkan pembangunannya, kurang lebih masih ada empat sampai enam kilometer masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak," kata Rudy.
Menurut dia, konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses baru bagi masyarakat Bogor wilayah barat sekaligus menghubungkan Kabupaten Bogor dengan daerah di sekitarnya.
Pemkab Bogor selanjutnya ingin membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar akses tersebut dapat tersambung hingga Pelabuhan Ratu.
"Nanti kalau sudah terkoneksi dengan Sukabumi, kita pun ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya orang wilayah barat kalau mau ke Pelabuhan Ratu tidak perlu melambung jauh," ujar dia.
Rudy mengatakan masyarakat nantinya diharapkan dapat mengakses Pelabuhan Ratu melalui Kecamatan Nanggung sehingga perjalanan dari wilayah barat Kabupaten Bogor menuju Kabupaten Sukabumi menjadi lebih pendek.
Pembukaan akses tersebut merupakan kelanjutan pembangunan jalan sekitar 20 kilometer di kawasan Malasari yang dilakukan Pemkab Bogor sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah.
Baca Juga: Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi
Menurut Rudy, jalan tersebut memiliki posisi strategis karena berpotensi menjadi poros baru yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Banten.
Ia menilai pembangunan jalan bukan sekadar menyediakan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
"Pada saat jalannya sudah dibangun, secara tidak langsung kita menghidupkan geliat ekonomi yang ada di wilayah sekitar," kata Rudy.
Menurut dia, peningkatan aksesibilitas juga dapat mempercepat peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan di wilayah yang selama ini relatif sulit dijangkau.
Pembangunan konektivitas tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemkab Bogor yang menempatkan jaringan jalan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Rudy mengibaratkan jaringan jalan sebagai urat nadi suatu wilayah karena menjadi penghubung yang memungkinkan pemerataan pembangunan bergerak ke berbagai kawasan.
Berita Terkait
-
Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi
-
Jemput 'Pajajaran Baru', Rudy Susmanto Ajak Masyarakat Bogor Bijak Bermedia Digital
-
KPK Periksa Empat Pejabat dan ASN Usai Penggeledahan di Bogor
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir