Andi Ahmad S
Senin, 28 September 2026 | 17:46 WIB
Siswa SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur [Ist]
Baca 10 detik
  • Siswa kelas XI SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur meluncurkan dua buku karya mereka pada 27 September 2026.
  • Pembuatan buku tersebut dikerjakan selama sembilan bulan melalui proses pembelajaran, kurasi, dan penyuntingan profesional.
  • Proyek literasi sekolah ini bertujuan membangun budaya menulis serta menekankan pentingnya orisinalitas di tengah perkembangan kecerdasan buatan.

Peluncuran dua buku tersebut juga menjadi momentum untuk menekankan pentingnya orisinalitas karya siswa di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Direktur Kebhayangkaraan, Irjen Pol M. Sugiarto, mengingatkan agar penggunaan teknologi tidak menghilangkan daya kritis dan pemikiran orisinal siswa dalam menghasilkan karya.

“Kalau kita menyatakan bagaimana pengaruh AI di zaman sekarang, hampir tidak mungkin kita tidak melirik AI. Tetapi seberapa orisinal tulisan kita? Tulis dulu, tuangkan pikiran kita, baru dalam proses selanjutnya melibatkan AI,” tegasnya.

Menurut Sugiarto, pengalaman dan sudut pandang pribadi harus tetap menjadi dasar dalam proses berkarya. Sementara teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu dalam tahapan berikutnya.

Ia berharap keberhasilan siswa menerbitkan dua buku tersebut dapat mendorong lahirnya karya-karya baru di lingkungan sekolah.

“Setelah kita mencoba dan berhasil, insya Allah kita akan memancing karya-karya yang lain. Jadi, terus berkarya. Negara ini membutuhkan karya-karya, bukan sekadar orang yang pintar. Karya yang bisa dirasakan orang lain,” tuturnya.

Sugiarto juga mengajak para siswa untuk terus menulis dan tidak ragu menuangkan pengalaman maupun pemikiran mereka dalam bentuk karya.

“Teruslah berkarya karena setiap dari kalian punya cerita, punya narasi yang menunggu untuk dituliskan. Semua orang layak menulis sesuatu tentang apa yang mereka lihat dan rasakan,” pungkasnya.

Baca Juga: 65 Lapak PKL Jalan Nyi Raja Permas Dibongkar

Load More