Andi Ahmad S
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:26 WIB
Penampakan TPT dengan tebing yang tinggi yang mengelilingi Jalan trase Batutulis Kota Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/SuaraBogor].
Baca 10 detik
  • Dinas Bina Marga Jabar menyatakan trase baru Batutulis di Kota Bogor tidak memiliki jalur darurat rem blong.
  • Pemerintah membangun tembok penahan tanah dan menanam pohon di sekitar tebing untuk mencegah risiko longsor.
  • Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menargetkan penyelesaian konstruksi dan pembukaan jalan pada awal November 2026.

SuaraBogor.id - Jalan trase baru Batutulis di Kota Bogor, Jawa Barat, yang memiliki jalur menurun dengan kemiringan mencapai 10 persen, tidak dilengkapi jalur darurat khusus untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami rem blong.

Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, mengatakan kemiringan jalan tersebut telah disesuaikan dengan perencanaan teknis konstruksi.

“Kalau secara desain kita sudah antisipasi elevasi ya. Tapi kalau secara kecuraman elevasi itu sebenarnya sudah sesuai dengan desain,” kata Andi di Batutulis, Jumat (9/10/2026).

Andi menjelaskan, mitigasi keselamatan di jalur tersebut tidak dilakukan dengan membangun jalur darurat khusus bagi kendaraan yang mengalami kegagalan fungsi rem.

Sebagai gantinya, pemasangan marka kejut menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara saat melintasi jalur menurun tersebut.

“Tingkat kemiringan jalan (curam turun) hanya 10 persen dan itu masih aman makanya hanya minimal dikasih marka kejut,” ujarnya.

Selain aspek keselamatan kendaraan, kondisi geografis di sekitar trase baru Batutulis juga menjadi perhatian. Jalan tersebut berada di kawasan yang dikelilingi tebing sehingga berpotensi menghadapi risiko longsor.

Andi menyebut sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan, di antaranya penanaman pohon dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang tebing.

“Saya rasa sudah dilakukan tanam pohon lalu pembangunan Tembok Panahan Tanah (TPT) di sepanjang tebing. Ini salah satu upaya kita untuk menjaga longsor tidak terjadi di kemudian hari,” katanya.

Baca Juga: BTT Bogor Terserap Puluhan Miliar, WALHI Tekankan Mitigasi Jadi Prioritas

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penyelesaian pekerjaan konstruksi trase baru Batutulis masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dikejar pemerintah.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan progres pekerjaan mencapai 100 persen dalam 21 hari ke depan.

“21 hari lagi kita harapkan target capaian 100 persen itu bisa terkejar,” kata Dedie.

Setelah pekerjaan konstruksi mencapai target, tahapan selanjutnya mencakup uji coba jalan dan pelengkapan fasilitas pendukung keselamatan.

Fasilitas tersebut meliputi rambu lalu lintas, marka jalan, serta penerangan jalan umum (PJU).

Dedie berharap trase baru Batutulis dapat dibuka secara resmi untuk masyarakat pada awal November 2026.

Load More