Andi Ahmad S
Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:43 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau siswa SMPN 2 Cisarua keracunan massal diduga akibat MBG di RSPG, Rabu (21/10/2026). [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan 103 siswa SMPN 2 Cisarua dirawat medis di RSPG Cisarua, Rabu (21/10/2026).
  • Pemerintah Kabupaten Bogor menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang mengalami pusing serta mual setelah mengonsumsi produk program Makan Bergizi Gratis.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dan minuman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

SuaraBogor.id - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan sebanyak 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi produk dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026).

Rudy mengatakan, seluruh siswa yang menjalani perawatan berada dalam kondisi stabil.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Yang kami pastikan adalah siswa-siswi mendapatkan penanganan medis yang terbaik dan tercepat. Tentunya, semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Rudy saat meninjau para siswa di RSPG Cisarua.

Menurut Rudy, gejala awal yang dialami para siswa di antaranya pusing dan mual.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah mengambil sampel makanan dan minuman untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.

“Nanti setelah hasil uji laboratoriumnya keluar, kami baru bisa menyimpulkan apakah ini betul keracunan makanan atau keracunan minuman,” ujarnya.

Rudy menegaskan, penanganan kesehatan siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah sebelum mengambil langkah lanjutan terkait kejadian tersebut.

Baca Juga: Sejumlah Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG

Dari total 103 siswa yang ditangani, hampir seluruhnya dinyatakan dapat pulang.

Namun, pihak rumah sakit masih melakukan observasi selama satu hingga dua jam untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Selain itu, terdapat seorang siswi yang secara fisik dinyatakan dalam kondisi baik, tetapi mengalami kepanikan secara psikologis.

Kondisi tersebut masih dalam pemantauan tenaga medis.

Beberapa siswa juga mendapatkan infus untuk mencegah dehidrasi dan memastikan kebutuhan cairan tubuh mereka terpenuhi.

“Jangan sampai mereka pulang ke rumah, kemudian muncul indikasi atau gejala-gejala lain. Kami ingin memastikan siswa-siswi pulang dalam kondisi sehat seperti saat mereka berangkat ke sekolah,” jelasnya.

Load More