- Seorang bayi perempuan tanpa identitas ditemukan warga dalam tas di Desa Cidokom, Kabupaten Bogor, pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026.
- Polsek Gunungsindur mendatangi lokasi dan memastikan bayi tersebut telah dibawa ke Klinik Kalya Lena untuk mendapatkan penanganan medis.
- Polisi berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan meminta keterangan saksi guna melakukan penyelidikan serta memastikan perlindungan terhadap bayi tersebut.
SuaraBogor.id - Seorang bayi perempuan tanpa identitas ditemukan di Kampung Cidokom RT 04 RW 01, Desa Cidokom, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026) pagi.
Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB dalam kondisi terbalut kain berwarna merah dan berada di dalam tas belanja berwarna oranye.
Penemuan bayi itu kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Gunungsindur langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Petugas piket yang dipimpin Wakapolsek Gunungsindur, AKP Lukito Sadoto, kemudian memperoleh informasi bahwa bayi tersebut telah dibawa ke Klinik Kalya Lena di Kampung Poncol RT 01 RW 01, Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, untuk mendapatkan penanganan medis.
Setibanya di klinik, petugas memastikan bayi tersebut telah mendapatkan perawatan dari tenaga medis.
Selain memeriksa kondisi bayi, polisi juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kecamatan Gunungsindur dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa penemuan tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Polsek Gunungsindur mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan penemuan bayi tersebut sehingga dapat segera memperoleh penanganan medis.
Baca Juga: Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait penemuan bayi tersebut agar segera melapor kepada pihak berwenang.
Hingga kini, penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan bayi sekaligus menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Berita Terkait
-
Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara
-
103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung
-
Sejumlah Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG
-
'Yang Penting Tanam Dulu': Strategi Rudy Susmanto Sukses Hijaukan 220 Hektare Lahan Bogor
-
Rapor Merah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Mahasiswa Bogor
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Belanja di Gunungsindur Bogor
-
Pemberdayaan UMKM dan Aksi Hijau Warnai Kick-Off HUT ke-131 BRI
-
Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara
-
BRI dan Pemerintah Perkuat Investasi Global, Dorong Ekonomi Lokal hingga UMKM
-
103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung