Andi Ahmad S
Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB
Jerry, saat melayani seorang pelanggan yang membeli kelapa mudanya. [Dziharul Islam Nusantara/Suara Bogor]
Baca 10 detik
  • Dua mantan sopir angkot di Bogor menyulap kendaraan tua mereka menjadi lapak kelapa muda akibat sepi penumpang.
  • Sejak sekitar Oktober 2026, Ari dan Jerry menjalankan usaha baru di Kelurahan Curug untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Hasil penjualan kelapa muda memberikan pemasukan harian yang lebih pasti dibandingkan saat menjadi sopir angkot.

Penghasilan itu dinilai lebih membantu dibandingkan ketika masih menjadi sopir angkot. Saat penumpang sepi, ia terkadang hanya membawa pulang Rp50.000, bahkan pernah tidak mendapatkan uang sama sekali.

Ari memiliki empat anak. Dua di antaranya sudah menikah, sedangkan dua lainnya masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak menjadi alasan utama dirinya mencari sumber penghasilan lain.

Ia mengaku sempat khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga jika terus mengandalkan penghasilan dari angkot. Kini, meski hasil berjualan kelapa belum selalu mencukupi seluruh kebutuhan, setidaknya ada pemasukan setiap hari.

"Ya kita kan di sini enggak cari kekayaan, kita cuma cari makan," ucapnya.

Cerita serupa juga dijalani Jerry. Keponakan Ari itu mulai menjadi sopir angkot pada 2018 sebelum akhirnya memutuskan beralih menjadi pedagang kelapa muda.

"Saya sopir dari tahun 2018, karena berhubung nyari penumpang udah susah makanya saya beralih jadi tukang kelapa di mobil angkot yang saya modif ini," kata Jerry.

Berbeda dengan kendaraan yang digunakan Ari, angkot milik Jerry membutuhkan biaya modifikasi lebih besar, yakni sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Proses renovasi berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Bagian bodi kendaraan dipotong dan diubah menjadi semi bak agar bisa digunakan untuk mengangkut sekaligus menata kelapa muda.

Baca Juga: KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Baginya, kendaraan lama tersebut masih memiliki nilai guna daripada dibiarkan tidak terpakai.

"Makanya kita akalin buat usaha, lumayan ada pemasukan buat anak dan istri," ujarnya.

Jerry juga menjalankan usaha tersebut dengan fasilitas dari pemilik usaha. Ia menyebut pemiliknya berupaya memberikan kesempatan bekerja agar para pekerja tetap memiliki penghasilan.

Menurut Jerry, berjualan kelapa muda membuatnya tidak lagi terlalu memikirkan setoran seperti saat menjadi sopir angkot.

Ketika masih mengemudi angkutan umum, ia harus tetap memikirkan biaya operasional dan setoran meskipun penumpang sedang sepi.

"Kalau lagi sepi juga pas jadi sopir mah suka kepikiran setoran," katanya.

Load More