Satu Malam di Megamendung Sebelum Habib Rizieq Diperiksa Polisi Hari Ini

Terlihat ada sejumlah orang mengenakan pakaian diduga anggota laskar FPI sedang lalu lalang.

Pebriansyah Ariefana
Sabtu, 12 Desember 2020 | 14:39 WIB
Satu Malam di Megamendung Sebelum Habib Rizieq Diperiksa Polisi Hari Ini
Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah (Suara.com/Andi)

SuaraBogor.id - Sabtu (12/12/2020) hari ini Habib Rizieq Shihab diperiksa Polda Metro Jaya sebagai tersangka pelanggaran protokol kesehatan di pernikahan anaknya di Petamburan, Jakarta. Semalam sebelum Habib Rizieq diperiksa, SuaraBogor.id datang ke Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah, tempat Habib Rizieq menetap setelah jadi tersangka dan mau ditangkap.

Pengumuman penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya terhadap pentolan Front Pembela Islam (FPI) dan lima orang lainnya telah terbukti, adanya pelanggaran terkait kasus hajatan Habib Rizieq Shihab, pada pernikahan putrinya yakni Syarifah Najwa Shihab, dan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Sabtu (14/11/2020) lalu.

Ke lima tersangka yang juga mendampingi Habib Rizieq Shihab itu yakni, Haris Ubaidillah selaku ketua panitia. Ali bin Alwi Alatas selaku sekretaris panitia. Maman Suryadi, Panglima FPI sekaligus penanggung jawab keamanan acara. Sobri Lubis selaku penanggung jawab acara, dan Habib Idrus selaku kepala seksi acara.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya, keberadaan Habib Rizieq Shihab sempat misterius. Tapi belakangan dia mengaku banyak di Megamendung, Bogor.

Baca Juga:Habib Rizieq Shihab Datangi Polda Metro Jaya

Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar mengaku, kondisi Imam Besarnya itu pada pagi tadi Jumat (11/12/2020) dalam keadaan sehat. Sebelumnya, pada Kamis (10/12/2020) dikabarkan masih dalam proses pemulihan kesehatan dan mangkir dalam pemeriksaan Polda Jawa Barat. Pun juga setelah ditetapkan menjadi tersangka pada kasus di Petamburan, Jakarta.

Ponpes Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Andi)
Ponpes Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Andi)

Ia juga mengaku, sampai saat ini Tim Kuasa Hukum dan Polda Metro Jaya terus berkordinasi, mengenai setelah ditetapkannya Habib Rizieq sebagai tersangka dan lima orang lainnya, atas kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Kondisi kesehatan beliau (Habib Rizieq Shihab) baik, koordinasinya (dengan pihak kepolisian) Alhamdulillah baik. Masih kita diskusikan untuk hal tersebut (terkait dengan pemanggilan kepolisian). Kita akan mengupayakan upaya hukum maksimal, sebagaimana diatur dalam KUHP," katanya kepada Suarabogor.id pada pagi tadi.

Pada pukul 15.24 WIB, Jurnalis Suarabogor.id dan seorang jurnalis stasiun televisi nasional di Indonesia, langsung menuju ke lokasi Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah.

Diawal perjalanan dengan menggunakan satu kendaraan bermotor. Kami berdua (Jurnalis Suarabogor.id dan salah satu jurnalis televisi nasional) sempat melihat adanya sejumlah orang berpakaian serba putih, bersarung, dan ber baju koko seperti habib, mengenakan kopiah. Sedang berkumpul dikawasan persimpangan Gadog Ciawi, Kabupaten Bogor.

Baca Juga:Polda Ultimatum Ketua FPI Shabri Lubis Cs: Serahkan Diri atau Kami Tangkap

Kami pun tak menghiraukan itu. Sebab, tujuan utamanya yakni ke lokasi Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah yang berada di ujung jalan Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung.

Sepanjang perjalanan, mulai dari jalan Pasir Muncang menuju kantor Polsek Megamendung. Terlihat ada sejumlah orang mengenakan pakaian diduga anggota laskar FPI sedang lalu lalang. Ada yang menggunakan kendaraan bermotor dan mobil.

Pesantren FPI, Agrokultural Markaz Syariat (Suara.com/Andi)
Pesantren FPI, Agrokultural Markaz Syariat (Suara.com/Andi)

Pun juga, kami tidak melihat adanya spanduk atau baliho Habib Rizieq Shihab yang masih terpasang. Padahal, sebelumnya tim Suarabogor.id melihat baliho dan sepanduk berbagai ucapan terpasang dengan bebas sepanjang jalan menuju Polsek Megamendug.

Sepanjang jalan menuju gerbang utama penjagaan di Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah masih terlihat beberapa sepanduk dan baliho Habib Rizieq terpasang kokoh.

Tapi, sepanjang perjalanan masuk ke wilayah Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung. Usai Habib Rizieq dan lima orang lainnya ditetapkan menjadi tersangka Polda Metro Jaya Kamis (10/12/2020) kemarin, terlihat ada beberapa perbedaan-perbedaan suasana dibandingkan hari sebelumnya yang dilakukan jurnalis Suarabogor.id.

Perbedaan yang sangat mencolok pada sore itu, Jumat (11/12/2020). Sepanjang jalan menuju ke Kampung Lembah Neundeut, lokasi gerbang pos penjagaan Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah terpantau sepi.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut pun terlihat sangat memperhatikan dengan detail. Ketika pada waktu itu kendaraan motor dibawa kami melintasi mereka, ada juga beberapa orang yang berkumpul dengan jarak kurang lebih 200 meter. Mereka terlihat berpakaian seperti masyarakat biasa pada umumnya.

Pesantren FPI, Agrokultural Markaz Syariat (Suara.com/Andi)
Pesantren FPI, Agrokultural Markaz Syariat (Suara.com/Andi)

Saat kami mulai mendekati area gerbang pintu utama penjagaan menuju ponpes itu (11/12/2020) terlihat sepi pada pukul 17.00 WIB. Namun, dari kejauhan sejumlah anggota FPI terlihat sedang berdiri melakukan penjagaan.

Kami pun memilih untuk membelokan kendaraan motor yang dibawa ke sebuah gang perkampungan disana. Karena kami menilai, jika dipaksakan mendekat ke lokasi dimana anggota FPI berdiri dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Setelah kembali menjauh dengan terus masuk menuju perkampungan, kami memilih untuk istirahat terlebih dahulu di sebuah warung warga. Bahkan, sempat berencana memutuskan untuk kembali menjauh dari Desa Sukagalih.

Tapi, dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengambil gambar suasana didepan pintu penjagaan, apalagi untuk bisa masuk ke dalam ponpes. Kami mencoba menghubungi salah satu Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar.

Saat dihubungi Aziz mengatakan, dirinya tidak bisa memastikan kami bisa mengambil gambar suasana di pintu penjagaan utama apalagi di dalam ponpes. Karena, kondisinya saat ini berbeda setelah ditetapkannya Imam Besarnya itu menjadi tersangka.

Suasana menuju Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Bogor, yang rencananya akan dikunjungan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Senin (9/11/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]
Suasana menuju Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Bogor, yang rencananya akan dikunjungan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Senin (9/11/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

"Khawatir malah ada apa-apa. Nggak apa-apa bilang nama saya di sana. Tapi saya nggak ada kewenangan di sana," kata Aziz.

Pada pukul 17.30 WIB, kami mencoba menuju ke pintu utama Ponpes yang sedang dijaga sejumlah anggota FPI berpakaian serba putih tersebut. Saat keluar gang perkampungan kembali ke jalan menuju Ponpes, mereka (Anggota FPI) seketika fokus melihat ke arah kami.

Kami pun langsung memarkirkan kendaraan dekat warung dimana sejumlah anggota FPI tersebut berada. Perlahan kami melangkah mencoba mendekat, menyapa satu persatu sambil memperkenalkan diri bahwa kami dari media.

Salah satu anggota FPI mengenakan jaket berwarna hijau tersebut mempertanyakan tujuan kedatangan kami. Kami pun langsung meminta izin untuk mengambil suasana gambar di pintu utama tersebut.

"Tujuan ke sini mau ngapai ya, dari mana? dan mau ngapain," kata pria berbadan tinggi kulit hitam tersebut.

"Izin A, kita dari media ditugaskan sama kantor untuk mengambil gambar suasana gerbang," kata kami berdua.

"Bentar ya saya izin dulu ke Danru di sini," ucapnya sambil menyuruh anggota FPI lainnya untuk menghubungi langsung kepada Danrunya, yang berada di sebuah bangunan percis berada di gerbang penjagaan.

Kami pun disuruh untuk duduk dan menunggu konfirmasi tersebut, di sebuah bangunan atau warung yang bersebrangan langsung dengan pintu penjagaan utama tersebut.

Suasana menuju Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Bogor, yang rencananya akan dikunjungan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Senin (9/11/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]
Suasana menuju Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Bogor, yang rencananya akan dikunjungan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Senin (9/11/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

Ada sebanyak 11 orang berjaga di luar gerbang, dan juga terlihat sejumlah anggota lainnya di area dalam gerbang Ponpes.

Ada dua gambar tulisan Ponpes Agrokultural Markaz Syariah yang berdiri di sebelah kanan dan kiri pintu masuk. Ada juga sebuah bilik disinfektan yang terpasang di sisi kanan gerbang.

Pun juga arah penunjuk jalan menuju Ponpes tersebut yang jaraknya 3 kilometer. Saat duduk disebuah bangku terbuat dari kayu, para laskar itu memperhatikan kami.

Setelah menunggu beberapa menit, kami dipanggil salah satu laskar untuk langsung menghampiri Danrunya tersebut didalam bangunan pos penjaga.

Kami pun langsung memperkenalkan diri dari media, dan sudah berkomunikasi meminta izin kepada salah satu Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar. Seketika itu ada suara bergemuruh dari arah bawah luar pos penjagaan muncul dua mobil, yang satunya jenis sedan.

Seketika itu kami diminta untuk kembali duduk ke tempat semula, yakni disebuah bangunan atau warung. Kami pun langsung memperhatikan bahwa dua mobil itu ber-plat B.

Semua penumpang yang berpakaian diminta untuk turun, dan sebelum masuk ke gerbang itu. Dua mobil itu pun disemprot terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan.

Tampak terlihat, beberapa orang yang keluar dari dua mobil itupun turut memperhatikan kami berdua.

Suara bergemuruh dari dua mobil itu pun kembali menyala, dan langsung masuk melewati gerbang penjagaan. Seketika itu danru yang sempat bertemu dengan jurnalis Suarabogor.id pada Senin (9/10/2020) lalu itu kembali menghampiri kami berdua. Danru atau ketua penjaga pintu pos penjagaan itu bernama Adul sering disapa kang Adul.

Terlihat pandangan mata danru tersebut tampak berbeda kepada Jurnalis Suarabogor.id. Dia kembali menanyakan kaitan tujuan kami berdua ke Ponpes tersebut. Seketika akan menjelaskan, satu mobil warna putih berplat B juga datang. Kami pun diminta untuk menunggu kembali.

Saat berhenti di depan pintu penjagaan, pintu mobil sopir terbuka. Keluarlah pria berbadan tinggi tegak mengenakan pakaian bebas dan celana loreng laskar FPI, warna coklat mengangkat tangan kanannya ke atas sambil mengucapkan "Assalamualaikum", yang langsung disambut para Laskar dengan mengucapkan "Waalaikumsalam".

Kembali terlihat ada tiga orang pria keluar juga dari mobil putih itu. Mereka yang juga berbadan tinggi ini, terlihat menggunakan pakaian bebas, dan ada juga seorang pria memakai topi.
Mereka pun langsung mengobrol dengan para laskar.

Usai kendaraan mobil putih disemprot kembali menggunakan cairan disinfektan. Ke empat pria tersebut masuk ke mobil, dan langsung menuju ke dalam area Ponpes.

Danru pos penjagaan itu pun kembali menghampiri kami. Pria bernama Adul itu kembali mempertanyakan tujuan kami berdua ke Ponpes.

Kami pun kembali menjelaskan tujuan ke Ponpes tersebut dan sudah meminta izin kepada Kuasa Hukum FPI yakni Aziz Yanuar. Tapi, dia mengatakan bahwa keputusan ada di pihak Ponpes.

Adul pun mengaku tidak mengetahui Aziz Yanuar. Namun dia juga meminta maaf, untuk pengambilan gambar di lokasi itu tidak diperbolehkan. Ia beralasan bahwa situasinya saat ini sedang berbeda.

"Abang ini juga (Sambil menunjuk ke jurnalis Suarabogor.id) saya udah tahu dari awal juga, kan pernah ngobrol dengan saya disini. Bukannya saya tidak tahu, tapi saya tahu dan masih menahan," katanya.

"Saya tahu abang udah beberapa kali ke sini (Sambil menunjuk ke jurnalis Suarabogor.id). Saya tahu, dan banyak juga wartawan kesini tapi kita masih menahan, mohon maaf untuk itu (Pengambilan suasana) tidak bisa," sambungnya.

Bahkan, Danru pos penjagaan pintu masuk menuju Ponpes itu masih mengingat, saat pertama kali jurnalis Suarabogor.id itu ke lokasi dimana dia berjaga.

"Ngobrolnya sih dari mulai Pohon Cengkeh sama Pinus (Menyinggung jurnalis Suarabogor.id). Tapi saya masih tahan," ucap Danru itu sambil melirik kepada kami berdua.

Danru itupun meminta kepada kami berdua untuk menunjukkan identitasnya masing-masing. Terasa berbeda sekali tatapan mata danru yang duduk di sebelah kanan jurnalis Suarabogor.id tersebut.

Apalagi, saat menunjukan identitasnya. Danru tersebut tampak memperhatikan ID PERS jurnalis Suarabogor.id dengan serius kurang lebih lamanya 10-15 detik. Beda halnya, saat jurnalis televisi menunjukkan ID PERS nya hanya sepintas saja.

Usai mengecek kartu identitas. Salah seorang Laskar FPI itu melakukan foto yang dihadapkan langsung kepada kami. Namun, Danru yang duduk di sebelah kanan jurnalis Suarabogor.id meminta untuk membuka masker, agar terlihat mukanya dengan jelas.

"Kang foto dulu. Buka maskernya, biar kelihatan mukanya," cetusnya.

Kami pun tidak bisa menanyakan hal tersebut, kaitan secara tiba-tiba salah seorang Laskar FPI melakukan foto.

Tak mau berlama-lama, kami berdua pun langsung meminta izin untuk meninggalkan lokasi tersebut, sambil menyapa semua para laskar FPI yang ada pada pukul 18.00 WIB.

Ketika kami menghidupkan motor dan perlahan jalan meninggalkan lokasi itu, terlihat dari jarak kisaran 50 meter pada kaca spion sebelah kana dan kiri motor, ada laskar FPI yang mengikuti. Tapi, setelah kami meninggalkan lokasi tersebut sejauh kurang lebih 300 meter, tak terlihat lagi laskar yang membuntuti kami sebelumnya.

Di sepanjang perjalanan menuju ke Kantor Polsek Megamendung. Entah apa, kami berdua merasakan masih ada orang yang memang masih mengikuti.
Tiba di Polsek Megamendung pada pukul 07.10 WIB kami masih melihat adanya orang yang membuntuti.

Kami berdua pun memutuskan untuk menginap di Kantor Polsek Megamendung, dan langsung meminta izin kepada anggota yang berjaga.

Pada Sabtu (12/12/2020) pukul 03.00 dini hari, kami berdua mendapatkan informasi bahwa Habib Rizieq mengaku saat ini berada di Ponpes Agrokulturan Markaz Syariah, lewat akun YouTube yang diposting akun Front TV.

Bahkan, Imam Besar FPI itu mengaku akan berangkat langsung ke Polda Metro Jaya usai melaksanakan Sholat Subuh. Kami berdua pun langsung mempersiapkan semuanya untuk melakukan pemantauan di depan kantor Polsek Megamendung pada pukul 05.00 WIB.

Kontributor : Andi Ahmad Sulaendi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak