Dalam industri tersebut, Rina Naruse memakai nama Haruna Aisaka. Disebut-sebut, karir Rina Naruse di industri film dewasa Jepang lebih sukses ketimbang saat dirinya di AKB48.

Rumi Yonezawa aktif sejak tahun 2006 hingga 2012 di AKB48. Namun ia harus keluar karena sebuah skandal, di mana ia kedapatan berfoto saat berduaan dengan seorang pria.
Rumi Yonezawa kemudian terjun ke industri JAV pada tahun 2014 dengan debut membintangi film dewasa. Tapi film tersebut merupakan karya yang pertama dan terakhir baginya, karena mendapat ulasan yang negatif dari publik. Rumi juga pernah melakukan foto telanjang untuk majalah FRIDAY.
Baca Juga:Jepang Vaksinasi Atlet Olimpiade Awal Juni 2021

Sebelum terjun ke industri film dewasa, Eri Takamatsu merupakan trainee grup AKB48 dari 2009 hingga 2010. Tapi sayang kala itu ia tak pernah dipromosikan ke grup utama. Akhirnya pada tahun 2010 ia keluar, tanpa alasan yang jelas.
Kemudian pada tahun 2013 Eri Takamatsu diketahui mulai membintangi film dewasa Jepang alias JAV. Saat bergelut di industri film dewasa, Eri Takamatsu menggunakan nama Risa Tachibana. Eri Takamatsu menelurkan karya film dewasa sebanyak tujuh film, hingga akhirnya pensiun pada tahun yang sama.

Nama Marie Watanabe mungkin tak begitu dikenal. Pasalnya, ia hanya sempat menjadi trainee di AKB48 selama enam bulan pada tahun 2007 silam. Kala itu, Watanabe juga tampil sangat sedikit di theater. Marie Watanabe dikabarkan masuk ke industri JAV pada tahun 2018.
Baca Juga:Hujan di Balikpapan, Siring Sekitar Bunker Jepang Ambruk