- Pelaku berinisial MF ditangkap atas kasus pembunuhan mantan kekasihnya, Anggi Auliya Arsyad, di Tanah Sareal, Kota Bogor.
- Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 23 Mei 2026, setelah mengalami serangkaian kejadian janggal sebelum peristiwa tragis.
- Pihak keluarga merasakan firasat buruk melalui kematian hewan peliharaan serta kegelisahan mendalam sebelum menerima kabar duka tersebut.
SuaraBogor.id - Tabir gelap kasus pembunuhan sadis yang menimpa Anggi Auliya Arsyad (25) di kawasan Simpang Yasmin, Tanah Sareal, Kota Bogor, akhirnya terungkap.
Namun, di balik penangkapan pelaku berinisial MF yang ternyata adalah mantan kekasih korban, terselip kisah memilukan mengenai firasat yang dialami keluarga sebelum tragedi itu terjadi.
Kepergian perempuan asal Kemang, Kabupaten Bogor, ini meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi orang-orang terdekatnya melalui serangkaian kejadian janggal.
Ayah angkat korban, Samsudin, menceritakan bahwa beberapa hari sebelum Anggi ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2026) dini hari, ada kejadian aneh yang menimpa hewan peliharaan kesayangan korban.
Baca Juga:Motif Pembunuhan Wanita di Sholis Bogor, Pelaku Sakit Hati Dihina Yatim Piatu
Anggi dikenal sebagai sosok penyayang binatang, terutama kucing jenis Anggora.
Secara tiba-tiba, salah satu kucing milik Anggi mati tanpa sebab yang jelas. Tak hanya itu, kucing lainnya menunjukkan perilaku tak biasa.
“Kucingnya dua. Satu mati, kucing yang satu lagi naik ke mobilnya dia (Anggi), lalu jatuh lagi ke bawah. Jatuh dari atas mobil ke bawah,” ungkap Samsudin dilansir dari MetroBogor - jaringan Suara.com, Senin (25/5/2026)
Bagi keluarga, peristiwa tersebut awalnya dianggap sebagai kejadian biasa. Namun, pasca-kejadian tragis yang menimpa Anggi, kejadian itu kini dimaknai sebagai "pamitnya" sang peliharaan sebelum pemiliknya menyusul.
Selain kejadian yang menimpa hewan peliharaan, Samsudin juga mengaku merasakan tekanan batin yang sulit dijelaskan.
Baca Juga:Cekik dan Ikat Istri Siri, Pembunuh di Depok Akhirnya Tertangkap di Bekasi
Selama dua hari berturut-turut sebelum kabar duka datang, ia mengalami gangguan tidur yang hebat.
“Pas kejadian saya juga kok bangun lagi, bangun lagi (dari tidur). Gelisah. Saya kaget sekali saat mendengar kabar (Anggi meninggal),” ucapnya.
Kegelisahan tersebut rupanya menjadi firasat terakhir bahwa putri angkatnya tengah berada dalam ancaman bahaya.
Kecurigaan keluarga mengenai keterlibatan orang dekat dalam kasus ini terbukti benar. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, secara resmi mengonfirmasi bahwa tersangka MF memiliki hubungan masa lalu dengan korban.
“Benar, (pelakunya) mantan kekasihnya,” tegas Kombes Rio saat memberikan keterangan kepada media.