Kadisdik Jabar Soroti Kuota dan Sistem PPDB di Depok

"Saya ingin memastikan apakah berjalan pusat informasi, helpdesk di sekolah, dan melihat ruangan yang akan digunakan untuk PTM," kata Dedi kepada wartawan di lokasi Monev.

Andi Ahmad S
Jum'at, 11 Juni 2021 | 17:42 WIB
Kadisdik Jabar Soroti Kuota dan Sistem PPDB di Depok
Kadisdik Jabar, Dedi Supandi ketika memeriksa help desk panitia PPDB di SMAN 1 Depok, Jumat (11/6/2021) [SuaraBogor.id/Immawan]

SuaraBogor.id - Kepala Dinas Pendidikan atau Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi berkunjung ke SMAN 1 Depok, Jumat (11/6).

Kunjungan tersebut adalah bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tahap 1 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Depok, dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMA dan SMK tahun ajaran 2021-2022.

"Saya ingin memastikan apakah berjalan pusat informasi, helpdesk di sekolah, dan melihat ruangan yang akan digunakan untuk PTM," kata Dedi kepada wartawan di lokasi Monev.

Menurut Dedy, ada beberapa aspek dalam pelaksanaan PPDB tahun lalu yang Dia perbaiki pada tahun ini.

Baca Juga:Boneka Rajut dari Depok Dipasarkan Sampai Mancanegara

Aspek pertama yang Dia sebutkan adalah ketimpamgan antara kuota kursi di sekolah negeri dengan jumlah siswa yang lulus SMP.

"Lulusan SMP di Depok tahun ini adalah 28.093 siswa, tapi kuota SMA dan SMK negeri hanya 5600an," tuturnya.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, Disdik Jawa Barat mengikutsertakan sekolah swasta dalam rangkaian PPDB Online tahun ini.

Teknisnya, sekolah swasta dijadikan alternatif pilihan untuk calon peserta didik di PPDB online.

"Sekolah negeri di Depok totalnya 19, lalu swastanya 133. Sekolah swasta lebih banyak, jadi kuotanya pun lebih banyak. Mencapai 18.000an," ungkapnya.

Baca Juga:Duh! PPBD Online, Kuota Siswa SMP Unggulan di Kota Magelang Full

Dedi menyadari bahwa faktor biaya yang lebih mahal kerap menghantui orang tua murid yang ingin memasukkan anaknya di sekolah swasta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini