alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris! Masih Ada Rumah Tidak Layak di Cianjur Dihuni 9 Orang

Andi Ahmad S Rabu, 04 Agustus 2021 | 11:29 WIB

Miris! Masih Ada Rumah Tidak Layak di Cianjur Dihuni 9 Orang
Ilustrasi rumah tidak layak huni. (Suara.com/Ridsha)

Rumah tidak layak huni berlantai tanah yang berdiri di atas tanah milik perkebunan itu, layaknya kandang hewan ternak karena pemilik tidak memiliki penghasilan tetap untuk mem

SuaraBogor.id - Miris, mungkin kata itu tepat ditunjukkan kepada warga di Cianjur. Ternyata, masih ada rumah tidak layak huni di Cianjur yang diisi oleh 9 orang.

Hal itu tentunya mendapatkan sorotan, seperti dari Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai. Orang nomor wahid di kepolisian Cianjur itu membantu merenovasi rumah milik Rohman di Kampung Sukamukti, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, yang masuk kategori rumah tidak layak huni.

Menyadur dari Ayobandung.com, rumah berukuran 3 kali 4 meter berdinding bambu itu, telah ditempati Rohman bersama istri dan tujuh orang anaknya, selama dua tahun terakhir.

Rumah tidak layak huni berlantai tanah yang berdiri di atas tanah milik perkebunan itu, layaknya kandang hewan ternak karena pemilik tidak memiliki penghasilan tetap untuk memperbaiki.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Pemotongan Bansos di Cianjur

"Kami baru mendapat kabar, kalau masih banyak warga Cianjur yang tinggal di rumah tidak layak huni, seperti keluarga Rohman. Kami bersama donatur, berencana untuk merenovasi rumah tersebut, agar layak huni karena selama ini, rumah ukuran 3 kali 4 itu, dihuni 9 jiwa," kata Rifai baru-baru ini.

Pihaknya juga terpanggil untuk membantu Rohman yang selama ini tidak memiliki penghasilan tetap alias serabutan. Kapolres bersama donatur menyediakan lahan garapan tetap, sembako untuk beberapa bulan ke depan dan santunan untuk pendidikan ketujuh anaknya.

"Untuk renovasi rumah akan segera dilaksanakan, namun kami masih diskusikan dengan donatur lain yang akan menghibahkan tanah bagi keluarga Rohman," katanya.

Berupa Ruangan dan Tungku Kayu

Sementara, Rohman yang sejak dua tahun terakhir, menempati rumah yang lebih layak disebut pondokan di tengah sawah, bersama istri dan sembilan orang anaknya.
Namun, dua orang anaknya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Selama ini, bangunan berukuran sangat sempit itu, hanya berupa ruangan dan tungku kayu sebagai dapur.

Baca Juga: Puluhan Perahu Nelayan di Pantai Jayanti Rusak Diterjang Gelombang Tinggi

"Jangankan untuk membangun atau merenovasi rumah, untuk makan sehari-hari saja, kadang ada, kadang tidak. Bahkan tidak jarang, kami sekeluarga hanya makan singkong, pisang dan ketela. Kalau ada yang menyuruh kuli di sawah, baru saya ada penghasilan untuk membeli beras," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait