Soal Panglima TNI, Pengamat Militer: Serahkan Sepenuhnya ke Presiden

Bahkan baru-baru ini isu pergantian Panglima TNI terus berhembus. Salim Said pun turut menyinggung dua jenderal yang pernah menjabat Panglima di masa Orde Baru.

Andi Ahmad S
Jum'at, 10 September 2021 | 07:38 WIB
Soal Panglima TNI, Pengamat Militer: Serahkan Sepenuhnya ke Presiden
Salim Said [suara.com/Nikolaus Tolen]

“Ditarik ke Jakarta jadi Menteri Perdagangan. Naik naik naik akhirnya jadi Panglima TNI,” cerita Salim Said.

Kedua, lanjut Salim, yakni Jenderal Benny Moerdani yang ketika itu naik jabatan menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal M Jusuf.

“Pak Benny Moerdani itu paling tinggi pangkat militernya cuma Mayor komandan Batalyon RPKAD lalu sudah itu keluar dari kegiatan militer aktif. Naik naik naik jadi Panglima ABRI. Itu yang tidak boleh terulang,” tegasnya.

Bahkan, menurut Salim, ketika Presiden Soeharto mengangkat Jenderal Benny Moerdani sebagai Panglima ABRI, Jenderal Soemitro pernah protes ke Presiden Soeharto.

Baca Juga:Tantangan The Next Panglima TNI: Komitmen Penegakkan HAM

Menurut Jenderal Soemitro, kata Salim Said, Benny Moerdani belum layak jadi Panglima TNI karena belum pernah memangku jabatan teritorial.

“Pak Harto bilang ga ada waktu lagi. Pak Mitro ga berani dong protes,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini