alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Objek Wisata di Bogor Jadi Percontohan Standar CHSE

Andi Ahmad S Minggu, 19 September 2021 | 16:59 WIB

Dua Objek Wisata di Bogor Jadi Percontohan Standar CHSE
Sepasang panda yang berasal dari Cina ini, sekarang bisa Anda lihat langsung secara dekat di Istana Panda, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, mulai akhir November 2017. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Objek wisata yang menjadi percontohan standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) itu telah ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Krea

SuaraBogor.id - Sebanyak enam destinasi wisata di Jawa Barat menjadi percontohan standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE). Dari enam yang ada di Jabar dua diantaranya ada di Bogor.

Objek wisata yang menjadi percontohan standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) itu telah ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Taufik, ketika dihubungi melalui telepon oleh wartawan, menuturkan keenam objek wisata yang jadi percontohan Standar CHSE ialah Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).

Sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan. Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

Baca Juga: Bus Terguling Dekat Goa Tanding, Polisi Heran RSUD Semarang Piknik Saat Wisata Tutup

Selain objek wisata, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE.

Dedi Taufik berpesan kepada wisatawan yang ingin berlibur ke Jabar, syarat utama yang harus dipenuhi yakni sudah melaksanakan vaksin dan menerpakan protokol kesehatan.

"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE," kata Dedi.

Dedi tak menampik jika penurunan kasus COVID-19 cukup dilematis bagi sektor wisata. Di satu sisi, ia khawatir terjadi revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus COVID-19, namun di sisi lain roda ekonomi harus tetap berjalan.

"Memang dilematis. Tapi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," kata Dedi.

Baca Juga: Selama PPKM, Kemenhub Akan Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Kawasan Wisata

Pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar aplikasi PeduliLindungi bisa memuat kapasitas wisatawan di objek wisata dengan pendekatan kawasan.

Dan agar wisatawan bisa memantau objek wisata mana saja yang penuh dan tidak.

"Kemarin saya usulkan, jadi pendekatannya kawasan. Jadi misalkan sekarang kawasan Kabupaten Bandung Barat ada The lodge harus in line dengan Orchid Forest atau misalkan dengan Farm House. Kita usulkan untuk menjadi percontohan PeduliLindungi," kata dia. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait