alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Kecewa ke Santul City: Dari Dulu Mau Dibayar Haknya, Sampai Sekarang Belum Ada

Andi Ahmad S Minggu, 19 September 2021 | 17:47 WIB

Warga Kecewa ke Santul City: Dari Dulu Mau Dibayar Haknya, Sampai Sekarang Belum Ada
Potret lahan milik Rocky Gerung dan warga yang diduga diserobot oleh PT Sentul City. (Ayojakarta/Yogi Faisal)

Sejumlah warga yang juga menjadi korban ikut bersaksi memberikan keterangan, soal sejumlah kejanggalan atas sengketa lahan yang terjadi antara Rocky Gerung dan warga

SuaraBogor.id - Tidak hanya Pengamat Politik Rocky Gerung yang saat ini tengah berurusan dengan Sentul City. Ternyata, warga sekitar di Bojongkoneng juga saat ini tengah resah terhadap aksi yang dilakukan Sentul City.

Warga yang juga menjadi korban ikut bersaksi memberikan keterangan, soal sejumlah kejanggalan atas sengketa lahan yang terjadi antara Rocky Gerung dan warga dengan PT Sentul City Tbk.

Ade Emon, Warga Gunung Batu, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor mengaku resah dengan apa yang dilakukan Sentul City kepada warga sekitar.

Sebab, sedari dulu warga hanya diberikan janji manis tanpa ada bukti. Bahkan masyarakat sekitar harus merelakan lahannya dikuasai Sentul City tanpa ada pemberian kompensasi.

"Kami warga Desa Bojongkoneng merasa resah dengan penggusuran ini yang dilakukan begitu saja. Dari dulu katanya warga mau dibebaskan haknya tapi sampai sekarang belum ada buktinya," kata Ade kepada awak media saat konferensi pers di kediaman Rocky Gerung, mengutip dari Ayobogor -jaringan Suara.com, Minggu (19/9/2021).

Ade Emon mengaku, selama ini sebagian besar warga menolak dengan adanya pengembangan wilayah tersebut. Bahkan masyarakat yang konon mendukung pengembangan di kawasan Sentul City, bukan murni dari hati nurani melainkan mereka yang sudah dibeli harga dirinya oleh pihak Sentul City.

"Kondisi masyarakat sebenarnya menolak. Klaim Sentul yang katanya didukung penuh warga itu bohong banget. Karena yang mendukung itu adalah warga bayaran Sentul City," ujarnya.

Tak hanya Ade Emon, hal senada juga disuarakan Hamka Haris yang merupakan warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Hamka Haris yang kesehariannya tinggal di pedalaman hutan di Desa Bojong Koneng juga mengaku sempat mendapatkan intimidasi. Bahkan ia juga seringkali menemukan petugas yang hilir mudik di kawasannya sambil membawa sebilah golok.

Bahkan pada tahun 2000 silam, bangunan milik Hamka Haris dihancurkan dan diratakan dengan tanah. Yang lebih parahnya lagi eksekusi bangunan tersebut dilakukan oleh para preman.

"Disuratnya itu katanya hanya penertiban tanaman saja. Tapi saat eksekusinya dihancurkan semuanya. Sekarang saya tinggal di mushola, karena cuma mushola ini yang tidak dihancurkan," bebernya.

Terpisah, Head of Corporate Communications PT Sentul City Tbk David Rizar Nugroho mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

Namun secara umum dirinya mengaku, sejumlah bangunan yang diratakan pihaknya merupakan bangunan liar yang berdiri di atas lahan Sentul City Tbk.

"Yang di doser Sentul itu bangunan liar yang berdiri di atas garapan milik Sentul City. Soal warga itu, warga yang mana dulu," singkatnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait