Vaksinasi di Pelosok Sulit Dijangkau, Bupati Bogor Minta Menteri Luhut Cari Solusi

Politisi PPP ini mengatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor banyak yang sulit untuk dijangkau.

Andi Ahmad S
Rabu, 06 Oktober 2021 | 09:17 WIB
Vaksinasi di Pelosok Sulit Dijangkau, Bupati Bogor Minta Menteri Luhut Cari Solusi
Bupati Bogor dampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI saat meninjau Bendungan Ciawi dan Sukamahi. [Instagram @ademunawarohyasin]

SuaraBogor.id - Proses vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor saat ini belum bisa mencapai target yang diinginkan pemerintah. Hal itu diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin.

Politisi PPP ini mengatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor banyak yang sulit untuk dijangkau.

Ade Yasin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini ditarget untuk mengejar proses vaksinasi kepada warga, targetnya sendiri yakni 4,2 juta jiwa atau 8,5 juta dosis vaksin.

"Daerah kita kan daerah pegunungan dan dusun-dusun juga, jadi sulit, sehingga saya dapat laporan dari kepala desa tentang jangkauan masyarakat ke desa. Jadi ada yang dua sampai tiga kilometer kalau jalan kaki mereka tidak sanggup," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin usai rapat koordinasi secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Pendopo Bupati, Cibinong, Bogor mengutip dari Antara, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga:Tangerang targetkan 2,5 juta warganya sudah divaksinasi pada akhir 2021

Ia meminta bantuan kepada Luhut agar dicarikan solusi serta tambahan dana operasional penanganan COVID-19 untuk tenaga vaksinator, dalam menjangkau lokasi-lokasi pelosok di Kabupaten Bogor.

Dirinya menyebutkan bahwa wilayah pelosok paling minim angka vaksinasinya yaitu Kecamatan Sukajaya, realisasinya hanya 8.638 vaksinasi dari target 38.480 pada periode 10 September - 5 Oktober.

Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah terluar Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan dua daerah lain, yakni Kabupaten Lebak, Banten dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di kecamatan tersebut masih banyak beberapa wilayah yang tidak bisa diakses oleh kendaraan.

Ade Yasin mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat melakukan vaksinasi, salah satunya menggandeng kalangan habib dan ulama agar menjadi influencer keterlibatan vaksinasi.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mendapatkan tambahan vaksinator sekitar 600 orang setelah menggandeng berbagai organisasi tenaga kesehatan. Sebelumnya hanya ada sekitar 1.076 vaksinator.

Baca Juga:Susul Jepang, Indonesia Peringkat Kelima Jumlah Vaksinasi Terbanyak di Dunia

"Kemarin ada juga tambahan dari TNI Angkatan Darat sekitar 100 orang tenaga kesehatan (vaksinator) yang dibagi empat tim," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini