Simak Baik-Baik, Mitos Larangan Pernikahan Orang Sunda dan Jawa

Mitos larangan pernikahan orang sunda dan Jawa itu dilatarbelakangi Perang Bubat.

Andi Ahmad S
Kamis, 02 Desember 2021 | 20:22 WIB
Simak Baik-Baik, Mitos Larangan Pernikahan Orang Sunda dan Jawa
Ilustrasi larangan pernikahan orang sunda dan jawa (unsplash/Alvin Mahmudov).

Tindakan ini diikuti pula oleh segenap perempuan-perempuan Sunda yang masih tersisa, baik bangsawan ataupun abdi.

Menurut tata perilaku kasta Ksatria, tindakan bunuh diri masal oleh para kaum perempuan Sunda itu dilakukan jika para kaum laki-laki gugur dalam medan perang dalam misi membela kedaultan kerajaan.

Akibat dari perang Bubat ini dikatakan bahwa Hayam Wuruk jatuh dalam perasaan bersalah yang mendalam hingga hubungannya dengan Gadjah Mada rennggag.

Gadjah Mada pun menghadapi kecaman dari para pejabat dan bangsawan Majapahit yang membuat nama kerajaan hancur oleh karena ambisinya dalam memenuhi Sumpah Palapa.

Baca Juga:Abaikan Polemik dengan Wenny Ariani, Rezky Aditya Ucap Syukur Menikah dengan Citra Kirana

Hingga akhirnya Gadja Mada mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Mahapatih. Namun kendati demikian, jabatan Mahapatih pada Gadjah Mada tetap disematkan hingga akhir hanyatnya pada 1364 Masehi.

Dampak besarnya dari perang ini adalah perselisihan antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda yang semakin besar hingga akhirnya muncul peraturan yang menjadi mitos terkait larangan pernikahan antara Suku Sunda dan Suku Jawa yang masih dipegang oleh sebagian kecil masyarakat tradisional, khususnya dari masyarakat Sunda.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini