Umat muslim wajib mengetahui air apa saja yang bisa digunakan untuk berwudhu. Air tersebut terdiri dari air dari tangki besar atau kolam, air sumur, air hujan, air terjun dan air dari lelehan salju atau es batu.
Sementara air yang tak boleh digunakan untuk berwudhu terdiri dari air yang kotor atau ada najis, air sari buah atau pohon, air yang sudah berubah warna, rasa dan bau, karena sesuatu telah direndam di dalamnya.
Lalu juga air dengan jumlah sedikit atau kurang dari 1000 liter, yang terkena sesuatu yang tidak bersih, seperti darah atau minuman anggur atau ada binatang yang mati di dalamnya. Terakhir, air bekas wudhu yang jumlahnya sedikit.
Berikut ini tata cara berwudhu berdasarkan wajib wudhu, seperti dikutip dari NU Online:
Baca Juga:Syarat Tayamum, Lengkap Dengan Tata Caranya
- Niat Wudhu
- Membasuh wajah
- Membasuh kedua tangan hingga siku
- Mengusap sebagian kepala
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki dan tertib.
Ini bacaan niat wudhu, dalam tulisan latin dan artinya:
"Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa".
Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah"
Sesudah wudhu dilakukan, umat muslim membaca doa sesudah wudhu. Inilah doa sesudah wudhu yang diriwayatkan dalam hadits Imam Muslim dan Imam at-Tirmidzi, seperti dikutip dari NU Online:
Tulisan Latin:
Baca Juga:10 Syarat Sah Wudhu yang Wajib Dipenuhi
Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhû wa rasûluhû, allâhummaj'alnî minat tawwâbîna waj'alnii minal mutathahhirîna.