facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanggapi Ceramah Ustaz Irwan Syaifullah Soal Kebijakan Melawan Allah, Denny Siregar: Developer Surga Bersabda

Andi Ahmad S Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:17 WIB

Tanggapi Ceramah Ustaz Irwan Syaifullah Soal Kebijakan Melawan Allah, Denny Siregar: Developer Surga Bersabda
Denny Siregar [Tangkapan layar Youtube]

Bersama pernyataannya, Denny Siregar mengunggah tangkapan layar berita berjudul Protes Pemindahan IKN, Pendakwah Irwan Syaifullah: Kebijakan Jokowi Melawan Allah.

SuaraBogor.id - Pegiat media sosial Denny Siregar turut menanggapi pernyataan atau ceramah Ustaz Irwan Syaifullah yang menyebutkan bahwa kebijakan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melawan kuasa Allah.

Dalam unggahan di Instagram, Denny Siregar membela Jokowi. Dia tampak menyindir Ustaz Irwan Syaifullah sebagai developer atau pengembangan surga sudah bersabda.

“Developer surga sudah bersabda,” katanya dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (29/1/2022).

Bersama pernyataannya, Denny Siregar mengunggah tangkapan layar berita berjudul “Protes Pemindahan IKN, Pendakwah Irwan Syaifullah: Kebijakan Jokowi Melawan Allah”.

Baca Juga: Dinilai Mirip Jokowi, Sahabat Ganjar Dorong PDIP Calonkan Ganjar Pranowo Jadi Calon Presiden 2024

Mengutip dari Terkini -jaringan Suara.com, Ustaz Irwan Syaifullah mengatakan bahwa kebijakan Presiden Jokowi melawan Allah.

Hal ini ia katakan saat memprotes kebijakan Presiden Jokowi terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.

Awalnya, Ustaz Irwan Syaifullah menyebut bahwa pemindahan IKN menggunakan dana pinjaman dari pihak asing.

Ia mengatakan bahwa dalam perspektif Islam, hal ini adalah riba.

“Kalau riba, berarti ini melanggar Pancasila sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Berarti kalau begitu, pak Jokowi yang sering kali mengatakan ‘aku Pancasila’, ini merupakan kebohongan,” katanya.

Baca Juga: Potensi Ahok jadi Pimpinan IKN Dikuliti Pengamat: Kalau Mau Masuk Akal, Anies Aja

Berarti, lanjutnya, Pancasila sudah diubah menjadi bukan lagi “Ketuhanan yang Maha Esa”, tapi sekuler.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait