Menhan Prabowo Subianto Dianggap Paling Pantas Jadi Suksesor Jokowi pada Pilpres 2024

Dari beberapa nama yang dianggap berpeluang menjadi suksesor Joko Widodo (Jokowi), nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dianggap yang paling mumpuni.

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Senin, 14 Februari 2022 | 20:00 WIB
Menhan Prabowo Subianto Dianggap Paling Pantas Jadi Suksesor Jokowi pada Pilpres 2024
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraBogor.id - Bursa calon presiden (capres) yang diprediksi akan bertarung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diramaikan dengan hasil survei sejumlah lembaga survei. Kekinian, dari beberapa nama yang dianggap berpeluang menjadi suksesor Joko Widodo (Jokowi), nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dianggap yang paling mumpuni.

Hasil tersebut tergambar dalam survei yang dilakukan Lembaga riset Survei dan Polling Indonesia (SPIN). Nama Prabowo Subianto paling banyak dipilih responden sebagai sosok calon presiden mengungguli nama-nama besar lainnya seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Ridwan Kamil.

Dari hasil survei yang dilakukan kepada 1.230 responden diberikan pertanyaan 'Menurut anda, saat ini siapakah calon presiden yang paling pantas melanjutkan program pembangunan pemerintahan Jokowi di periode berikutnya?"

Hasilnya, 20,1 persen responden memilih Prabowo Subianto yang saat ini juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra.

Baca Juga:Deklarasi Dukung Gus Muhaimin Capres 2024, Ini Harapan Jaringan Difabel Jepara

Direktur SPIN Igor Dirgantara menilai, Mantan Danjen Kopassus itu menjadi yang paling banyak dipilih responden karena kinerjanya dalam menjalankan program-program di Pemerintahan Jokowi.

"Secara personal juga Prabowo terlihat telah matang dan penuh pengalaman terkait pemerintahan," kata Igor dalam paparannya Senin (14/2/2022).

Setelah nama Prabowo, bertengger Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dipilih 11,5 persen responden, GUbernur Jabar Ridwan Kamil 10,3 persen, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 9,8 persen.

Berturut-turut setelah Ganjar, ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dipilih oleh 6,3 persen, Menteri Parekraf Sandiaga Uno 5,1 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 4,3 persen, Ketua DPR Puan Maharani 3,5 persen, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 2,4 persen, Menko Bidang Perekonomian sekaligus Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto 2,3 persen dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 1,7 persen.

Sisanya, sebanyak 22,7 persen responden memilih untuk tidak tahu atau tidak menjawab. Untuk diketahui, survei dilaksanakan pada 31 Januari hingga 11 Februari 2022 dengan cara tatap muka dibantu lembaran kuesioner.

Baca Juga:Anies, Ganjar, hingga RK Keok Suara Survei Capres, Prabowo Dianggap Paling Pantas Lanjutkan Pemerintahan Jokowi

Survei tersebut menggunakan metode probability sampling dan multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak