Bandingkan Wisata Alam Mulyaharja Dengan Ubud Bali, Bima Arya: ke Depan Bisa Lebih Dikenal

Ia berkomitmen mengalokasikan anggaran yang perlu dan memungkinkan untuk wisata edukasi pertanian itu.

Andi Ahmad S
Rabu, 23 Februari 2022 | 08:13 WIB
Bandingkan Wisata Alam Mulyaharja Dengan Ubud Bali, Bima Arya: ke Depan Bisa Lebih Dikenal
Wali Kota Bogor, Bima Arya menjalani vaksinasi booster atau vaksinasi ketiga. [Bogordaily.net]

SuaraBogor.id - Wali Kota Bogor Bima Arya bandingkan wisata alam Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan dengan eloknya alam di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Bima Arya meminta agar titik-titik yang menjadi andalan wisata itu mulai untuk direalisasikan secara perlahan sesuai dengan komunikasi yang sebelumnya disampaikan, seperti saung-saung kecil, tempat istirahat, spot foto dan yang lain.

Ia berkomitmen mengalokasikan anggaran yang perlu dan memungkinkan untuk wisata edukasi pertanian itu.

“Sehingga nanti ke depan menjadi salah satu destinasi yang lebih dikenal, banyak yang datang dan ujung-ujungnya warga mendapatkan berkah," kata Bima Arya saat panen padi di lokasi wisata sawah Mulyaharja.

Mulyaharja disebut Bima Arya sebagai surga yang tersisa di Kota Bogor terus didorong untuk melengkapi fasilitas wisata agar ekonomi warga juga segera ikut berkembang.

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu rutin mengikuti tradisi panen padi yang disebut 'Mipit Amit Ngala Menta Panen Pare'.

Lahan persawahan yang kali ini dipanen seluas 2 hektar dengan volume padi sebanyak 7 ton per hektar varietas IR 32.

Bima ingin potensi wisata alam yang ditawarkan Kota Bogor di tengah hiruk pikuk kota, bisa menarik wisatawan bagaikan 'surga yang tersisa'.

Tak kalah dengan Ubud di Bali, menurutnya sawah di Mulyaharja menjadi destinasi yang unik di tengah kota.

Ketika memanen padi verietas IR 32, Wali Kota Bogor itu menitipkan sejumlah pesan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan aparatur wilayah Bogor Selatan yang mendampingi.

DKKP diminta agar berkolaborasi dengan semua pihak terkait dalam membantu warga yang memanfaatkan lahan yang ada, salah satunya mengaplikasikan pupuk organik untuk lebih mendukung potensi yang ada, seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani Dewasa (KTD) dan lainnya agar lebih dikuatkan melalui kolaborasi.

Pihak kecamatan Bogor Selatan yang ditunjuk menjadi penampung komunikasi atau Bima sebut sebagai 'dirigen', agar jika ada kebutuhan dan sentuhan fisik yang diperlukan dalam pengembangan tempat wisata itu bisa langsung berkoordinasi dengan dinas terkait.

Lahan pertanian di Kota Bogor bukan saja hanya dijaga, bahkan diharapkan bisa ditambah lagi mana yang bisa jadi lahan persawahan.

"Jadi jangan sampai berkurang, kalau bisa bertambah," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini