SuaraBogor.id - Nama Ustaz Yusuf Mansur kembali menjadi perbincangan publik usai adanya kabar soal kasus karyawan Paytren Ustaz Yusuf Mansur diduga belum digaji selama 20 bulan.
Hal itu mendapatkan sorotan dari pegiat media sosial Eko Kuntadhi, dia turut menyindir Ustaz Yusuf Mansur soal sedekah.
Mengutip dari Terkini -jaringan Suara.com, karyawan Paytren yang bernama Aisyah mangaku sudah 20 bulan tak digaji hingga ia pun melayangkan somasi.
Menurut Aisyah, somasi ia ajukan kepada PT VSI dan jajaran pimpinannya. Namun, setelah somasi itu diajukan, ia mengatakan Ustaz Yusuf Mansur menghubunginya dan meminta ia tidak melanjutkan karena Paytren sedang tak ada duit.
Baca Juga:Wirda Mansur Disentil Awkarin, Samakan dengan Serial Tentang Penipuan
“Gimana agar gajinya dibayar Paytren? Sedekah!” tulis Eko menyindir, Ustaz Yusuf Mansur.
Dalam cuitannya, ia juga membagikan sebuah link berita yang berjudul ‘Karyawan Paytren Somasi Yusuf Mansur karena 20 Bulan Tak Digaji’.
Dalam artikel itu, ucapan Ustaz Yusuf Mansur bahwa Paytren akan melantai di bursa saham alias go public dibantah karyawan Paytren, Aisyah.
Aisyah mengatakan kondisi keuangan PT Veritra Sentosa Internasional sebagai pengelola Paytren sangat buruk.
Aisyah yang bekerja di bagian SDM PT VSI bahkan mengaku sudah 20 bulan tidak dibayar oleh perusahaan milik Yusuf Mansur tersebut.
Baca Juga:Wirda Mansur Klarifikasi soal Kuliah di Oxford, Publik: Makan tuh Tipu Muslihat!
“Saya sudah mengajukan somasi pada bulan Oktober 2021 yang intinya menggugat agar gaji saya selama 20 bulan dibayarkan, plus dengan dendanya,” ujar Aisyah.
Aisyah mengajukan permintaan uang Rp300 juta yang merupakan akumulasi gajinya selama 20 bulan plus denda yang harus dibayar karena menunggak sangat lama.
“Beliau katakan bahwa jangan menggugat Paytren karena Paytren tak ada duit. Beliau bilang nanti beliau yang akan mengganti semampunya, tapi hingga saat ini saya belum mendapat ganti apa-apa.”
Sementara itu, menurut karyawan Paytren lainnya bernama Ishaf, ia mengakui setelah sempat melejit pada tahun 2017, bisnis Paytren kini memang sedang suram.
Oleh karena itu, paparnya, sejumlah karyawan berencana menggugat karena belum mendapat gaji.