SuaraBogor.id - Banyak yang bertanya-tanya kenapa Presiden Joko Widodo selalu menunjuk Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam peran penting di kepemerintahan.
Menanggapi hal itu, Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam menilai, bahwa Luhut layaknya dalam permaian kartu ada kartu sakti yang disebut 'Joker'.
Kartu Joker kata Arman sapaan akrabnya akan dikeluarkan pemain sebagai kartu andalan menyelesaikan semua kendala dalam permainan kartu tersebut.
"Presiden nampak sekali sangat mengandalkan menteri tersebut, dia adalah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (19/4/2022).
Sebenarnya, bukan hal yang tidak boleh atas apa yang dilakukan presiden. Namun kata Arman Salam, banyak orang bertanya sesungguhnya apa kelebihan menteri tersebut, apa prestasi fenomenal yang sudah dibuat dan benarkah semua urusan akan selesai jika dibawah komando atau perintahnya.
"Lantas dimana peran menteri yang lain atau peran wakil presiden yang mungkin saja jauh lebih tepat dibandingkan peran Joker ini," tanya Arman.
"Jika ditelaah satu persatu sebenarnya belum ada prestasi yang spektakuler dari pak 'Joker' ini semua tergolong biasa," tambahnya.
Terkait penurunan angka Covi-19, dia menganggap kerja pak 'Joker' nampak nya tidak adil juga, karena itu adalah kerja kolektif bahkan peran dan kesadaran masyarakat yang paling dominan berkontribusi atas penurunan angka tersebut.
"Dari sisi tupoksi menteri joker ini pun biasa saja masalah kemaritiman dan investasi belum nampak adanya kemajuan yang luar biasa, kekuatan maritim kita masih biasa, belum termaksimalkannya potensi maritim indonesia menjadi indikatornya," jelasnya.
Baca Juga:10 Fakta Soal Densus 88 Klaim NII Ingin Gulingkan Pemerintah Bermodal Golok
Sebut saja Batam yang jauh tertinggal dari Singapura ini menandakan lemahnya manajemen kemaritiman di negara Indonesia.
- 1
- 2