"Kalau lagi hujan, kadang gak pake sepatu biasa aja jalan kaki, biar nanti pas masuk kelasa engga kotor," kata Egi sambil menendang bola di lapang sekolahanya.
Setelah tiba disekolah, Egi terpak harus disatukan dengan kelas 5, karena di SDN Cigombong itu, cuman tinggal dirinya seorang yang tercatat sebagai kelas enam.
Setelah pukul 10.00 WIB, ia dengan beberapa temanya kembali jalan kaki untuk pulang. Setelah pulang, biasanya Egi membantu orang tuanya, usi itu baru dirinya bisa main dengan teman sebanyanya.
Meski seragam putih merah yang dipakainya telah lusuh, hal itu tidak membuat Egi patah semangat untuk menimbah ilmu, walau pun harus naik turun bukit sejauh 3 kilometer.
Baca Juga:Foto Bareng Teman-teman SD, Postur Tubuh Rafathar Menjadi Sorotan
Menjelang magrib, Egi pun pergi ke masjid untuk menunaikan solat, lalu belajar mengani dengan guru didekat rumahnya.
Bocah kurus yang cukup tinggi diusianya itu, pun berniat untuk melanjutkan sekolah hingga tinggkat SMA/SMK agar bisa mengabdi pada negara, dengan mengikuti pendaftaran TNI.
"Sekolah mau di lanjut sampai ke SMA/SMK karena nanti pengen jadi bapak-bapak tentara, karena gagah, bisa mengamanin negara juga," senyumnya.
Egi merupakan anak dari seorang petani yang tinggi didaerah perbatasan antar Kabupaten Cianjur dengan Kabupaten Bandung.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Baca Juga:Transjakarta Gunakan Bus Listrik Mobil Anak Bangsa Indonesia untuk Layani Rute Dukuh Atas 2- Ragunan