SuaraBogor.id - Kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo dan anak buahnya terus menjadi perbincangan publik.
Bahkan, hingga saat ini belum ada kejelasan soal motif pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.
Belakangan, muncul dugaan pelecehan seksual yang diklaim oleh Putri Candrawathi dilakukan oleh Brigadir J.
Namun hingga kini, tak ditemukan bukti-bukti terkait adanya pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.
Kasus ini pun menyeret sejumlah nama, salah satunya ajudan Ferdy Sambo, Bripka RR yang merupakan salah satu tersangka.
Ia mengungkapkan kejadian yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah, rumah yang diduga menjadi tempat Brigadir J melecehkan istri atasannya.
Mengutip dari Herstory -jaringan Suara.com, diakui Bripka RR, bahwa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat sempat terlibat cekcok dengan Kuat Ma'ruf yang tak lain adalah sopir keluarga Sambo.
Hal tersebut diungkap kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar.
Kala itu, Brigadir J tak terima lantaran dituduh berbuat tak senonoh terhadap Putri Candrawathi.
Baca Juga:10 Kesaksian Bripka RR: Tidak Liat Pelecehan Seksual, Kuat dan Brigadir J Bersitegang
"Jadi waktu itu Bripka RR dan Bharada E mengantar makanan ke anak Ferdy Sambo yang sekolah di Taruna Nusantara. Saat mengantarkan, PC menelpon Bharada E dan meminta Bripka RE segera kembali ke rumah di Magelang," ujar Erman Usman.
Sesampainya di rumah, Bripka RR justru tak melihat siapapun dan lekas mencari Putri Candrawathi. Akan tetapi, wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi itu justru mencari keberadaan Brigadir J.
"Bripka RR kemudian tanya kepada Ibu PC, 'Ada apa bu?' tapi ibu tidak langsung menjawab, namun malahan bertanya, 'Yosua di mana?' begitu," jelasnya.
"Karena Bripka RR hanya melongok lewat pintu dan tidak melihat jelas PC menangis atau tidak. Yang jelas, seperti sakit. Tapi terbawalah oleh omongan Susi dan Kuat bahwa PC menangis," sambung Erman.
Akan tetapi, Bripka RR tak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan Kuat Ma'ruf melarang Brigadir J menemui Putri Candrawathi.
"RR kemudian melihat Yosua mau masuk lagi ke kamar ibu, tapi dihalangi oleh Kuat, itu dilihat oleh RR. Jadi Kuat menghalangi itu, enggak tahu penafsiran dari Kuat kenapa, Yosua sudah bertengkar sehingga RR menjaga," ungkap Erman Usman menjelaskan kembali apa yang disampaikan kliennya.