SuaraBogor.id - Usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga BBM subsidi beberapa waktu lalu, membuat semua sektor terkena dampak, salah satunya sopir angkutan kota atau sopir angkot.
Disamping aksi demonstrasi menolak kenaikkan BBM, Polres Bogor nampaknya mempunyai cara yang cukup unik dengan membagikan puluhan paket sembako kepada sopir angkot dan ojek.
Paket sembako yang diberikan tersebut bentuk polisi memperhatikan nasib angkot saat ini, ditengah harga BBM naik sedangkan penumpang kian susah dicari.
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin mengatakan, bantuan sembako ini diberikan kepada masyarakat terdampak kenaikan BBM, seperti sopir angkot, hingga ojek.
Baca Juga:Retno Marsudi: Persiapan KTT G20 Sudah Tepat
"Sasarannya adalah masyarakat yang terdampak langsung, seperti sopir angkot dan sopir ojek," katanya kepada Suarabogor.id, Jumat (9/9/2022).
AKBP Iman imanudin pun ikut mendatangi sopir angkot yang sedang berhenti di Terminal Leuwiliang, untuk memberikan satu kantong sembako bantuan tersebut.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Bogor, Panca Aditya Nugraha, mengatakan, dengan kepedulian nyata Mahasiswa dan Polri bisa membantu masyarakat terdampak kenaikan BBM.
“Dan kita selalu membuka ruang untuk berseinergi dengan Polri. Ketika kegiatan gerakan sosial ini perlu kita hadirkan juga,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Andi mengaku sangat terbantu dengan paket sembako yang diberikan oleh Polres Bogor dan mahasiswa.
Baca Juga:Polres Purwakarta Berikan Bantuan Sembako Kepada Sopir Angkot dan Tukang Ojek
Sebab kenaikan harga BBM sangat terdampak baginya yang merupakan sopir angkot jurusan Jasinga-Bubulak ini.
“Alhamdulillahh terbantu dengan adanya bantuan ini, sangat terbantu,” ujarnya singkat.