Deretan destinasi wisata tersebut, yakni Curug Cikanirin, Kuta Cisakti, Curug Cibeungang, Curug Cigagak, Kebun Teh Cigarehong, Panorama Pasir Limus.
Kemudian, Curug Geleweran, Riung Kawung, Mina Padi, Cipanas Kahuripan, Camping Ground Pasker, Curug Cikawah, Saung Kampung Budaya Cisalada, Datar Lega, serta Bukit Panorama Purbaya.
Berbagai perjuangan yang dilakukan pun mendulang hasil signifikan. Dalam setahun, Bumdes yang kini memiliki formasi 11 pengurus itu mampu meraup pendapatan hingga Rp300 juta di luar keuntungan mitra kerjanya seperti petani dan pengelola wisata.
Tak hanya itu, Bhakti Kencana juga beberapa kali menerima penghargaan atas berbagai prestasi yang dicapai. Seperti pada tahun 2020, lolos menjadi 50 Bumbes terbaik di Jawa Barat, program Bumdes Jabar Juara dari Gubernur Ridwan Kamil.
Kemudian, memenangkan penghargaan Sejahtera Astra (DSA) Innovation dua tahun berturut-turut mewakili Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2020 juara satu tingkat nasional atas produk beras unggulan terbaik, dan tahun 2021 juara dua tingkat nasional atas inovasi produksi beras glikemik untuk penderita diiabetes.
Lalu, penghargaan dari Kementerian Pariwisata tahun 2021 karena Bhakti Kencana masuk 300 Bumdes kategori rintisan se-Indonesia.
Teranyar, yaitu penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor berupa uang tunai Rp50 juta karena menjadi pemenang Anugerah Wisata Desa 2022. Wisata Terasering Cisalada yang baru enam bulan silam berdiri, meraih juara harapan kategori maju atas.