Laporan Polisi ini merupakan yang terbesar dari jumlah member Net89 yang melakukan pelaporan, dengan total nilai terbesar.
"Lebih dari 1000 member, dengan nilai sekitar mendekati 1 trilyun. Nantinya, total jumlah member GEMPUR NET89 dan PODOGEMPUR yang melaporkan, beserta total nilai kerugiannya, sungguh besar sekali... fantastis," ucapnya.
Dia mengingatkan, dengan gelombang demi gelombang Laporan Polisi, maka ini akan menjadi peringatan dan tekanan bagi Andreas Andreyanto, Sammy Lauw, suami istri Daniel Sukamto dan Mira Sukamto untuk segera mengabulkan tuntutan Gempur Net89 agar mengembalikan dana trilyunan rupiah milik member yang masih mereka sandera.
"Bukti-bukti pelanggaran hukum mereka ada di dalam 3 koper ini. Sungguh setumpuk bukti yang sangat besar, tidak main-main. Kerja keras dan kerja serius GEMPUR NET89 menunjukkan inti perjuangan kami: bahwa nasib ratusan ribu rakyat Indonesia jangan sampai jadi korban segelintir pengusaha berotak kriminal yang tega menyengsarakan rakyat," jelasnya lagi.
"Tunjukkan itikad baik bahwa Anda tidak ingin member Net89 makin memderita dengan cara mennyerahkan seluruh asset-asset PT SMI, juga asset-asset pribadi anda beserta kroninya, termasuk asset crypto Bitcoin Anda yang terlacak sebanyak ribuan BTC," sambungnya.
Bagi Mira Sukamto, dia himbau untuk hentikan peran sebagai Manajemen PT SM, yang menawarkan hal-hal lain di luar Program Withdraw All.
"Fokuslah kepada penyelesaian sampai tuntas dari Program Withdraw All yang artinya pengembalian dana member Net89 seutuhnya dan secepat-cepatnya," tukasnya.