“Berdasarkan penuturan yang disampaikan oleh orang tua dan penuturan yang disampaikan anak terdapat tindakan asusila yang dilakukan oleh W, seorang guru di salah satu SD di Klapanunggal" jelasnya.
Jaslinder juga menjelaskan bahwa tindakan tak senonoh alias asusila yang telah dilakukan guru pada siswi tersebut yakni dengan memegang kelamin anak dan mencium anak.
"Tindakan ini berdampak pada psikologis anak, anak menjadi tidak fokus belajar, merasa takut, sedih, dan khawatir,” tambahnya.
Merekomendasikan Pihak Sekolah agar Mengambil Langkah Represif
Baca Juga:Telan Anggaran Rp1,5 Miliar, Jembatan Cidangdeur Perbatasan Rumpin dan Cigudeg Amblas
Sebagai pemeriksaan Jaslinder memberikan saran kepada pihak sekolah untuk menindaklanjuti kasus tersebut yang membawa dampak buruk bagi tumbuh kembang korban.
“Pihak sekolah diharapkan menindaklanjuti kasus ini dan mengambil langkah represif yang tegas untuk menghindari dampak psikologis atau trauma berkelanjutan pada anak,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang guru di SDN 01 Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor berinisial W diduga melakukan pencabulan kepada siswinya sendiri yang duduk di kelas 4 berinisial NP.
Kejadian itu terungkap usai NP menceritakan kepada ibunya, L. Sang anak menceritakan, kejadian keji yang menimpa dirinya kepada L.
NP mengaku telah dicabuli gurunya sejak duduk di kelas 3 SD.
Baca Juga:Oknum Guru SD di Klapanunggal Bogor Diduga Cabuli Siswinya Sendiri, Baru Ketahuan Setelah Setahun
Dari pengakuan NP kepada L, guru cabul itu diduga melakukan perbuatan tercela dengan cara mengelus berulang kali kelamin NP tanpa rasa malu.