Abah Jajang mengatakan semula mempertahankan rumah tersebut agar memiliki banyak saudara dan memanjangkan tali silaturahmi dengan setiap wisatawan yang datang, saat ini menambah keinginan untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.
"Kalau yang menawar sampai sekarang masih ada, bahkan ada yang menaikkan harga lebih dari Rp2,5 miliar," katanya.
Jajang bertekad tidak akan pernah menjual rumah dan tanah yang diviralkan cucunya di media sosial itu, karena sudah menjadi tujuan kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri, sehingga menjadi pusat perekonomian baru di Kecamatan Pasirkuda. [Antara]
Baca Juga:Cianjur Diguncang Gempa Dua Kali, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada dan Tak Panik