Kisah Pilu di Hari Kartini, Pelajar Berkebaya Terpaksa Menyeberangi Sungai untuk Sekolah

Mereka lalu berjalan hati-hati, setapak demi setapak menyeberangi sungai yng menghubungkan Desa Petir Kecamatan Dramaga dengan Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea.

Andi Ahmad S
Senin, 21 April 2025 | 14:30 WIB
Kisah Pilu di Hari Kartini, Pelajar Berkebaya Terpaksa Menyeberangi Sungai untuk Sekolah
Pelajar di Dramaga, Kabupaten Bogor menyeberangi Sungai Cihideung untuk bisa sampai ke sekolah, Senin, 21 April 2025. (Metropolitan]

SuaraBogor.id - Ada kisah pilu di balik Hari Kartini Senin 21 April 2025. Sejumlah pelajar berkebaya terpaksa menyeberangi sungai untuk bisa sekolah.

Momen tersebut dialami oleh para pelajar perempuan di Desa Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang mengenakan kebaya menyeberangi Sungai Cihideung untuk sampai ke sekolah.

Mereka harus menyeberangi sungai untuk bisa sampai sekolah yang mengadakan peringatan Hari Kartini.

Semangat pantang menyerah para pelajar perempuan ini layak disebut Kartini muda.‎

Baca Juga:Teriakan Terakhir Warnai Latihan Panjat Tebing yang Merenggut Nyawa Mahasiswi di Gunung Putri

‎Siti Nur Holifah, siswa SMP Adi Bangsa bersama teman-temannya harus melepas sepatunya saat tiba di tepi Sungai Cihideung agar tak kebasahan.

Mereka lalu berjalan hati-hati, setapak demi setapak menyeberangi sungai yng menghubungkan Desa Petir Kecamatan Dramaga dengan Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea.

‎"Minta secepatnya dibuatkan jembatan karena takut kalau setiap hari harus melewati sungai untuk sampai ke sekolah. Apalagi pake baju kebaya melintas sungai susah dan baju pada basah," keluhnya dilansir dari Metropolitan -jaringan Suara.com.

‎Sementara itu, siswa Kelas VII SMP Adi Bangsa, Fajar mengaku sempat terjatuh ke sungai yang menyeberang.

Kondisi tersebut membuat baju dan celananya bahas.

Alhasil, ia mengurungkan niatnya untuk ke sekolah akibat seragamnya basah.

‎"Kalau ada jembatan rawayan, nggak harus takut terjatuh ke sungai untuk sampai ke sekolah," ungkapnya.

Kondisi pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk sampai ke sekolah ini juga sempat viral di media sosial.

Baca Juga:Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan di Setu Rawa Jejed Mati Secara Misterius

Pemkab Bogor pun telah mengecek lokasi dan berencana membangun jembatan rawayan.

Sambil menunggu jembatan rawayan dari pemerintah dibangun, warga setempat gotong royong membangun jembatan darurat dari jembatan bambu.

Informasi Tambahan Destinasi Wisata Anti Macet di Bogor

Kawasan Puncak Bogor menjadi destinasi wisata nasional yang digemari oleh para pengunjung karena keasrian alam dan kesejukan udaranya.

Meski bermacet-macetan, para wisatawan rela menghabiskan waktunya demi menghirup udara segar yang tak ditemukan di Jakarta.

Namun, bagaimana jika udara segar dan keasrian alam itu didapatkan tanpa perlu bermacetan di Puncak? Tentu ini akan menjadi alternatif wisata orang-orang kota untuk mengurangi waktu yang membosankan ketika bermacetan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak