-
GM PT Antam, Nilus Rahmat, secara tegas membantah isu ratusan korban jiwa akibat insiden di area tambang Nanggung. Ia menyatakan bahwa narasi mengenai banyaknya orang terjebak adalah berita bohong.
-
Insiden sebenarnya merupakan kebakaran kayu penyangga di kedalaman tambang yang memicu kenaikan gas karbon dioksida berbahaya. Protokol keselamatan dan sterilisasi area segera dilakukan untuk memastikan seluruh pekerja dalam kondisi aman.
-
Kapolres Bogor tengah menyelidiki kemungkinan adanya penambang ilegal atau gurandil yang terdampak asap tersebut. Tim teknis masih perlu memastikan sumber asap guna mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan adanya korban.
"Pada saat itu adanya terbakarnya sebuah kayu stapling penyangga, kondisi tersebut mengindikasikan konsentrasi gas karbon dioksida diatas ambang manusia," jelas Nilus.
Kondisi ini, ia merinci, memicu kenaikan kadar gas yang berbahaya. Nilai ukur 1200 (kedalaman tanah) pada kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terpapar.
Namun, ia meyakinkan, protokol keselamatan segera dijalankan. "Kita langsung melakukan penanganan hingga saat ini sedang berlangsung," sambungnya.
Manajemen Antam itu menegaskan, tidak ada karyawan yang dibiarkan terjebak. "Kondisi ini tentunya langsung direspon produksi di area terdampak. Pengaturan sterilisasi di area kejadian untuk keselamatan pekerja," ungkap Nilus.
Baca Juga:Polres Bogor Telusuri Asap Misterius di PT Antam
Ia juga meluruskan kesalahpahaman tentang angka 700 korban jiwa. "Hal itu keliru di angka tersebut merujuk kepada nama salah satu portal yang merujuk kepada kami tidak pergunakan kembali pada area itu, namanya portal 700 urug," jelasnya, menghembuskan napas lega.
Di sisi lain, Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, tidak menutup mata terhadap spekulasi lain.
Rumor tentang gurandil atau penambang emas tanpa izin yang mungkin turut menjadi korban di lubang-lubang tikus sekitar area PT Antam, juga menyeruak.
"Ada dugaan mungkin, kebocoran masuk ke lubang-lubang ini. Ada dugaan," kata Kapolres, menambahkan lapisan misteri pada insiden ini.
Namun, untuk memastikan kebenaran tersebut, polisi membutuhkan waktu. "Ketika yang dikerjakan adalah pekerjaan kan tidak ada yang menjadi korban, karena konfirmasinya itu ada penampang emas segera yang menjadi korban bukan dibawah komitmen dan tidak diperlukan," jelasnya.
Baca Juga:Klarifikasi PT Antam: Tidak Ada Ledakan dan Korban Jiwa, Operasional Berjalan Normal
Kapolres berjanji akan segera memberikan informasi terbaru begitu tim teknis berhasil mencapai sumber asap.
"Nah itu harus dipastikan nanti setelah bisa masuk, bisa cek sumber, awal asapnya dari mana, nah itu baru bisa disimpulkan," tutupnya.
Malam itu para pimpinan di Bumi Tegar Beriman mulai dari Bupati, Kapolres, Dandim dan unsur pimpinan kecamatan meninggalkan Kantor Koramil Nanggung dengan janji dan sebuah teka-teki yang masih harus dipecahkan adanya dugaan gurandil meninggal dunia akibat terpapar kepulan asap yang keluar dari perusahaan negara tersebut.