-
Alokasi Anggaran dan Lahan Pemerintah Kabupaten Bogor menganggarkan Rp100 miliar pada APBD 2026 untuk pembebasan lahan jalur tambang sepanjang 12 km dari Cigudeg hingga Rumpin demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
-
Kolaborasi dengan Pengusaha Bupati Rudy Susmanto mengajak 28 pengusaha tambang berkolaborasi mendukung pembangunan fisik jalan khusus yang direncanakan mulai tahun 2027 guna meminimalkan konflik sosial dan menjaga stabilitas ekonomi.
-
Prioritas Infrastruktur Wilayah Pembangunan jalan khusus tambang menjadi prioritas utama kepemimpinan Rudy-Ade untuk memisahkan jalur logistik dari aktivitas warga di Bogor Barat, termasuk perbaikan Jembatan Luwiranji berkapasitas 30 ton.
“Karena itu, kami memutuskan untuk membangun jalan khusus angkutan barang dan tambang agar tidak lagi bersinggungan dengan aktivitas warga,” ujar Rudy Susmanto.
5. Solusi Sementara: Jembatan Luwiranji Diperkuat
Sambil menunggu jalan khusus jadi, ekonomi tidak boleh mati. Pemkab Bogor menyiapkan solusi jangka pendek (interim) berupa penyiapan trase sementara dan perbaikan infrastruktur pendukung.
Salah satunya adalah perbaikan Jembatan Luwiranji agar kuat dilintasi kendaraan angkutan dengan kapasitas hingga 30 ton.
Baca Juga:Misteri Asap di Pongkor Bogor: Video Evakuasi Penambang Emas Ilegal Bocor, Ada Korban Jiwa?
“Prinsip kami jelas, pembangunan harus berjalan, ekonomi tetap berputar, dan masyarakat harus terlindungi. Komunikasi serta kebersamaan adalah kunci agar tidak terjadi konflik di lapangan,” pungkasnya.
6. Prioritas Sejak Pelantikan 2025
Proyek ini bukan reaksi spontan, melainkan agenda prioritas Bupati dan Wakil Bupati Ade Ruhandi sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Fokus pembangunan infrastruktur ini mencakup wilayah "panas" seperti Parung Panjang, Rumpin, Nanggung, dan Gunung Sindur. Hasil kesepakatan ini pun akan segera dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai bentuk sinergi lintas pemerintahan.
Baca Juga:Mencari Kebenaran di Balik Asap Nanggung Bogor, Akankah Ada Temuan di Lubang-lubang Tikus?