Perumda Air Minum Tirta Kahuripan fokus menangani masalah paling krusial pascabencana, yaitu kelangkaan air bersih akibat sumber air yang tercemar lumpur. Bantuan ini merupakan langkah konkret untuk mencegah masalah sanitasi dan kesehatan di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Selain bantuan logistik konvensional, perusahaan mengirimkan 30 unit alat penjernih air portable dengan kapasitas 25 liter/menit. Teknologi ini dialokasikan untuk titik-titik vital seperti rumah sakit, pesantren, dapur umum, dan pengungsian agar kebutuhan air bersih darurat dapat terpenuhi secara mandiri di lokasi.
Aksi kemanusiaan dari Kabupaten Bogor ini melibatkan dukungan finansial dan logistik yang signifikan, dengan total nilai bantuan mencapai Rp107.500.000. Hal ini menunjukkan peran BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang tidak hanya berorientasi pada layanan lokal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial lintas provinsi dalam skala nasional.
SuaraBogor.id - Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara memantik rasa kemanusiaan dari berbagai pihak.
Tak terkecuali dari Bumi Tegar Beriman, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan lintas pulau ini.
Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan respons cepat terhadap krisis air bersih yang kerap menjadi masalah utama pascabencana.
Melalui koordinasi ketat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, perusahaan pelat merah ini menyalurkan bantuan logistik vital yang sangat dibutuhkan para pengungsi.
Baca Juga:UAS Hadir di Bogor Besok, Pemkab Traktir 11.000 Porsi Makan Gratis untuk Jamaah
Salah satu sorotan utama dari bantuan ini adalah dikirimkannya teknologi tepat guna yang sangat krusial di lokasi bencana. Selain sembako, Tirta Kahuripan mengirimkan alat penjernih air portable. Alat ini menjadi "dewa penolong" di saat sumber air bersih tercemar lumpur akibat banjir.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menegaskan komitmen perusahaan dalam aksi solidaritas nasional ini.
“Ada 13 desa dan kecamatan yang sudah menerima bantuan logistik dan sembako dengan nilai total bantuan sebesar Rp. 107.500.000,- dan juga 30 unit alat penjernih air portable berkapasitas 25 liter/menit yang akan didistribusikan ke rumah sakit, pesantren, dapur umum dan tempat pengungsian lainnya.” ujar Abdul Somad.
Kapasitas 25 liter per menit dinilai cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan darurat di titik-titik vital pengungsian. Abdul Somad menambahkan bahwa fokus bantuan memang diarahkan pada pemulihan sanitasi.
"Sebagai perusahaan penyedia jasa layanan air minum, kami memahami bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak saat terjadi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Asap, Kapolda Jabar Selidiki Temuan Kayu Terbakar di Area Tambang Antam