Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Mereka berharap pengurus RW memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pembangunan, perubahan desain, serta penggunaan anggaran proyek.

Andi Ahmad S
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB
Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak
Sosialisasi Bangunan mewah di Cluster Coatesville, Kota Wisata, Kabupaten Bogor [Andi Ahmad / Suara.com]
Baca 10 detik
  • Warga Cluster Coatesville Bogor keberatan atas proyek pembangunan gedung fasos-fasum oleh Ketua RW pada Sabtu 17 Oktober 2026.
  • Proyek dinilai bermasalah karena perluasan bangunan, perubahan fungsi lahan taman, kurangnya transparansi, dan minimnya musyawarah warga.
  • Warga meminta pengurus RW membuka dialog serta menghentikan sementara pembangunan untuk mengevaluasi anggaran dan desain.

Di sisi lain, Cluster Coatesville memiliki sekitar 400 rumah dengan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) sebesar Rp300.000 per bulan untuk rumah dengan luas 250 meter persegi.

Kondisi tersebut mendorong warga mempertanyakan pengelolaan kas lingkungan, jumlah dana yang tersedia, serta alasan diperlukannya sumbangan tambahan di luar iuran rutin.

Sebagian warga memperkirakan akumulasi dana IPL telah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Namun, besaran saldo kas yang sebenarnya, penggunaannya selama ini, serta sumber pendanaan proyek masih perlu dijelaskan melalui laporan keuangan yang dapat diakses warga.

Karena itu, warga meminta pengurus RW membuka rincian anggaran, termasuk estimasi biaya awal, perubahan nilai proyek, sumber dana, serta dasar pengumpulan sumbangan tambahan.

Baca Juga:Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran

Warga Menilai Rencana Renovasi Berubah Menjadi Pembangunan Gedung

Keberatan juga disampaikan Deni, warga yang berharap area tersebut tetap berfungsi sebagai taman dengan gazebo, bukan berubah menjadi bangunan berukuran besar.

“Ini kan fasum taman. Hak untuk menggunakan bukan berarti hak untuk mengubah peruntukannya. Saya sebagai pengguna merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang. Dampaknya juga berpotensi menurunkan nilai properti saya,” ujar Deni.

Menurut Deni, pemanfaatan fasilitas umum semestinya tetap memperhatikan fungsi awal lahan dan kepentingan seluruh penghuni. Ia berharap perubahan rencana pembangunan dikaji kembali dengan melibatkan warga yang terdampak.

Keluhan serupa disampaikan Yani. Ia menyoroti ketinggian bangunan, warna merah yang dinilai mencolok, serta aktivitas konstruksi yang dianggap mengganggu kenyamanan lingkungan.

Baca Juga:Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

“Bangunan ini terlalu tinggi, silau, dan warnanya merah. Awalnya disampaikan bahwa ini hanya renovasi gazebo, tetapi kenyataannya menjadi seperti ini. Saya merasa sangat terganggu oleh aktivitas pembangunan sampai harus masuk rumah sakit,” kata Yani.

Pernyataan tersebut menggambarkan dampak yang dirasakan Yani selama pembangunan berlangsung. Namun, hubungan antara aktivitas proyek dan kondisi kesehatannya memerlukan keterangan atau bukti pendukung apabila hendak dipastikan secara medis.

Sementara itu, Poltak mengaku keberatan karena menilai informasi awal yang disampaikan kepada warga tidak menggambarkan pembangunan gedung dengan ukuran seperti saat ini. Ia juga menyatakan tidak pernah didatangi atau dimintai persetujuan mengenai rencana tersebut.

“Saya membeli rumah di sini karena ingin mendapatkan lingkungan yang nyaman, bukan untuk tinggal di kawasan yang kemudian dibangun gedung sebesar ini. Kami tidak pernah didatangi dan dimintai persetujuan. Informasi yang dibagikan kepada warga adalah renovasi, bukan pembangunan gedung seluas ini. Kami merasa dibohongi,” ungkap Poltak.

Sejumlah warga berharap pengurus RW memberikan penjelasan terbuka mengenai status dan peruntukan lahan, perubahan desain, luas bangunan, mekanisme pengambilan keputusan, serta penggunaan anggaran proyek.

Mereka juga meminta agar pembangunan dievaluasi dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, fungsi fasilitas umum, keberadaan ruang terbuka hijau, dan kenyamanan penghuni di sekitar lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini