JLC yang sebelumnya hanya diskusi di belakang panggung saja, kali ini mendapat kesempatan untuk tayang di SCTV pada 14 Mei 1998 bertajuk perseteruan antara Jaksa Agung Andi M. Ghalib dan tokoh reformasi dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Sepak terjang JLC terus melonjak ketika Karni Ilyas diajak oleh Henry untuk menjadi Direktur Pemberitaan dan Hubungan Korporat SCTV. Bahkan Karni mendapat tempat yang istimewa pula, ia didapuk menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Liputan 6 menggantikan tokoh sebelumnya yang memutuskan untuk resign, yakni Riza Primadi.
Dengan jabatan di media televisi yang cukup empuk, Karni Ilyas pun mengangkat diskusi JLC yang sebelumnya hanya bersifat off-air menjadi salah satu tayangan yang ditunggu-tunggu di layar kaca. Terlebih para pemilik SCTV menyetujui dengan gagasan yang ditawarkan pihak pendiri JLC.
Meski JLC terus melesat dengan mendapatkan rating-share dan revenue yang cukup besar, tayangan diskusi hukum dan politik tersebut belum memiliki jadwal serta tayangan rutin di SCTV.
Bahkan JLC sempat hilang begitu saja beberapa waktu kemudian hingga akhirnya kembali ditayangkan kembali namun dengan pembawa acara yang lebih muda.
Salah satu penyebab digesernya nama Karni Ilyas dari pebawa acara JLC lantaran menurutnya logat daerah khas Minang pada lidahnya yang terlalu kental. Selain itu, ketika berbicara ia juga dianggap tak memiliki suara yang enak dengan artikulasinya yang sangat buruk.
Tercatat sejumlah nama pembawa acara pernah menghiasi panggung JLC di SCTV, sebut saja ada nama Ira Koesno, Nunung Setiyani, juga Presenter Terfavorit Panasonic Award 2004, 2005, 2007: Rosianna Silalahi.
Setelah beberapa tahun nama Karni Ilyas senyap tak terdengar, stasiun televisi milik keluarga Bakrie meminta agar Karni Ilyas menjadi Direktur Pemberitaan sekaligus Pemimpin Redaksi di TvOne.
Karni Ilyas pun menerima pinangan itu kemudian merubah nama JLC (Jakarta Lawyer Club) menjadi ILC (Indonesia Lawyers Club). Di lingkungan media barunya ini, Karni Ilyas pun kembali merangkul jabatan sebagai pembawa acara ILC.
Baca Juga: ILC Pamit, Rocky Gerung: Salah Satu Pengganggu Telah Dilenyapkan
Adapun tayangan perdana ILC di TvOne tercatat pada tanggal 18 Februari 2008.
Hanya butuh waktu tiga tahun, Karni Ilyas bersama ILC menunjukkan tajinya di tempat baru.
Program acara ILC di TvOne kerap masuk ke dalam nominasi Talkshow Berita Terbaik dalam Panasonic Gobel Awards. Nominasi itu diraih mulai tahun 2010 hingga 2013.
Namun mulai tahun 2014 ILC baru menorehkan namanya dalam sejumlah penghargaan, di antaranya Panasonic Gobel Awards 2014 katergori Talkshow Berita, Panasonic Gobel Awards 2015 kategori Talkshow Berita dan Informasi, Anugerah KPI 2015 kategori Program Talkshow terbaik, Panasonic Gobel Awards 2016, Anugerah KPI 2017, hingga Panasonic Gobel Awards 2018.
ILC dan Karni Ilyas pamit
Program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipandu oleh Karni Ilyas dikabarkan akan cuti panjang mulai tahun 2021 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Presiden ILC, Karni Ilyas di media sosial.
Berita Terkait
-
Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya
-
Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi
-
Terkuak! Ini Alasan Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Karni Ilyas Awards 2025 Kembali Hadir! Ruang Baru Mahasiswa Menyuarakan Realitas Indonesia
-
Karni Ilyas Bukan Wartawan Gagal! Refly Harun Skakmat Wakil Ketum Projo Terkait Gibran
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia