SuaraBogor.id - Almarhum pilot Sriwijaya Air SJ-182 Kapten Afwan disebut merupakan panutan bagi semua tim di Sriwijaya Air.
Hal itu diungkapkan Dirut Sriwijaya Air, Jefferson I. Jauena, saat melakukan proses penyerahan jenazah almarhum Capt Afwan kepada pihak keluarga di Perumahan BCE Blok A3 Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
"Almarhum yang sangat disayangi pada kepribadiannya, dan selalu siap untuk memberikan bantuan pada rekan kerja yang lain, ini merupakan panutan kami," katanya saat proses serah terima jenazah almarhum Capt Afwan, Sabtu (30/1/2021).
Pada kesempatan kali ini kata Jefferson, pihaknya tentu merasa kehilangan salah seorang panutan semua tim di Sriwijaya Air yakni Capt Afwan.
Baca Juga: Kapten Afwan, Pilot SJ 182 Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg
"Saya selaku direktur utama Sriwijaya Air, atas nama manajemen dan keluarga besar Sriwijaya air menyampaikan rasa bela sungkawa dan turut merasa berduka cita yang mendalam," imbuhnya.
"Kita berkumpul ditempat ini dalam suasana penuh duka yang mendalam, atas gugurnya salah satu putra terbaik Sriwijaya Air, panutan kita semua, yang merupakan mitra kerja kami yang menjadi Capt Pilot Sriwijaya Air," Jefferson menambahkan.
Capt Afwan yang lahir di Jakarta pada 26 Februari 1956 merupakan putra kebanggaan bagi Sriwijaya Air.
"Almarhum mulai bekerja menjadi seorang pilot Sriwijaya Air pada 24 november 2014. Alamarhum adalah rekan, saudara kami pada saat menjalankan tugasnya pada tanggal 9 Januari 2021 lalu," ungkapnya.
"Kami mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa-dosanya, dilipatgandakan segala amal baiknya, dan diterima di sisi Allah SWT," tukasnya.
Baca Juga: Kapten Afwan, Pilot SJ 182 Dimakamkan di TMP Pondok Rajeg Siang Ini
Dalam rundown yang diterima Suarabogor.id pada Jumat (29/1) malam, proses pemakaman dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.15 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMA) Pondok Rajeg Cibinong.
Berita Terkait
-
Profil Hendry Lie: Kekayaan, Bisnis dan Kasus Hingga Jadi Tersangka Korupsi Timah
-
Skandal Timah! Bos Sriwijaya Air Hendry Lie Dibekuk Kejagung, Berawal dari Singapura
-
Berapa Kekayaan Hendry Lie? Aset Vila Bernilai Puluhan Miliar Disita Kejagung
-
Dari Singapura untuk Perpanjang Paspor, Kejagung Ciduk Tersangka Kasus Timah Hendry Lie di Bandara Soetta
-
Pendirinya Jadi Tersangka Korupsi Timah, Operasional Sriwijaya Air Terganggu?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB
-
Kang Dedi Mulyadi Lapor! Ada Dugaan Pemotongan THR Sopir Angkot di Puncak Bogor
-
Puncak Macet Parah! One Way Diberlakukan Sampai Sore Nanti