- Polres Bogor dan stakeholder melaksanakan ramp check kendaraan Lebaran 2026 di Cibinong untuk menjamin keamanan angkutan umum.
- Pemeriksaan awal pada 15 bus menemukan kekurangan seperti tidak adanya alat pemadam dan masalah sabuk pengaman.
- Pengemudi dinyatakan sehat dan negatif narkoba, sementara kendaraan bermasalah wajib dilengkapi sebelum mendapat stiker layak.
SuaraBogor.id - Dalam rangka menyukseskan arus mudik Lebaran 2026 dengan tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', Polres Bogor bersama stakeholder terkait melancarkan kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan secara besar-besaran di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salah satu pemeriksaan kelayakan kendaraan untuk mudik lebaran 2026 di Pool Bus Medal Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dengan fokus utama adalah memastikan keamanan baik dari sisi kendaraan maupun pengemudi angkutan umum yang akan melayani masyarakat.
Kasat Lantas Polres Bogor, IPTU Afif Widhi Ananto, menjelaskan bahwa kegiatan ramp check ini melibatkan Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Dinas Kesehatan.
"Fungsinya adalah untuk mengecek kesiapan keamanan baik dari pengendara maupun kendaraan," ujarnya, kepada wartawan di lokasi, Senin (16/3/2026).
Pada kegiatan ramp check dilakukan pada 15 kendaraan sebagai sampling awal. Hasilnya, kata dia ditemukan beberapa kendaraan yang belum memenuhi persyaratan standar keselamatan.
"Tadi kita temukan salah satu hasil pengecekannya, kita temukan ada beberapa kendaraan yang belum melengkapi komponen-komponen yang seharusnya dilengkapi. Contohnya belum ada alat pemadam kebakaran ringan, seatbelt di tempat pengemudi belum terpasang dengan baik," kata IPTU Afif.
Kendaraan yang belum memenuhi persyaratan tersebut kata dia langsung diperintahkan untuk melengkapi kekurangannya.
"Kita perintahkan untuk melengkapi dulu baru setelah itu mendapatkan stiker layak dari Dinas Perhubungan," tegasnya.
Selain kendaraan, kesehatan pengemudi juga menjadi fokus utama. Pengecekan kesehatan meliputi tensi, gula, dan juga tes narkoba.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
"Supaya untuk menjamin bahwa kendaraan siap, pengemudi siap dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam mudik Lebaran tahun 2026 ini," tambah IPTU Afif.
Hingga saat ini, proses tes urine sopir masih berlangsung.
"Alhamdulillah belum ditemukan temuan yang berarti sopir dalam keadaan sehat, tidak ada yang menggunakan narkoba, hasilnya negatif," jelasnya.
Target ramp check hari ini adalah sekitar 50 bus. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menambahkan bahwa pemeriksaan meliputi 27 komponen.
"Ada banyak komponen, seperti sampai rem, lampu semuanya kita uji," tegasnya.
Klakson telolet, yang seringkali dianggap mengganggu dan berpotensi memicu kecelakaan, juga tak luput dari perhatian.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
Bikin Bangga! Atlet SEA Games Turun Gunung Ramaikan Dashrun Malam Minggu di Pakansari
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya
-
Jangan Terjebak Macet! Pahami Aturan Buka Tutup Jalur Puncak Jelang Idul Fitri
-
Siaga Satu Arah! Polisi Pantau 6 Titik Rawan Macet Puncak Jelang Sore Hari
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia