SuaraBogor.id - Politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung berduga Ustadz Maaher meninggal dunia. Namun dia kritik Ustadz Maaher semasa hidupnya sering menghina orang lain.
Dewi Tanjung pun memaafkan Ustadz Maaher. Kata dia, sesama muslim harus saling memaafkan.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un. Selamat jalan Maher semoga dosamu diampuni oleh Allah SWT.
Walau semasa hidupnya si Maher ini mulutnya sangat keterlaluan menghina orang lain. Tapi sebagai manusia dan sesama muslim kita wajib memaafkan dan mendoakan almarhum," kata Dewi Tanjung dalam akun Twitternya, Selasa (9/2/2021).
Air Keluar dari Kuburan Ustadz Maaher
Air keluar dari kuburan Ustadz Maaher hingga penggali kubur liang lahad Ustadz Maaher kelelahan. Kuburan Ustaz Maaher banyak air saat digali.
Dua penggali makam itu terlihat esktra tenaga dalam menggali, lantaran ada genangan air dalam liang lahat tersebut.
Akibatnya, area makam itu becek dan licin.
Ustadz Maaher dimakamkan di area pemakan Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (9/2/2021).
Pimpinan Pesantren Tahfiz Daarul Quran KH Ahmad Djameel mengatakan, adanya air di dalam liang lahat yang sedang digali itu bukan suatu fenomena.
Baca Juga: Rahasiakan Penyakit Ustadz Maaher, Polri: Bisa Mencoreng Nama Baik Keluarga
Dia menerangkan, area tersebut terdapat air lantaran lokasi sebelum dibangun Pesantren Tahfiz Daqu, lahan tersebut merupakan lahan rawa.
"(Lahan) Di sini memang agak rendah, apalagi musim penghujan. Tidak musim hujan saja air alhamdulillah, meskipun debit airnya tidak banyak. Dulu ini rawa mas, kita urug. Termasuk masjid ini juga kita beli lahan rawa," kata Djameel, Selasa (9/2/2021).
Lebih lanjut Djameel menjelaskan, sebelum dibangun pesantren, lahan tersebut juga menjadi area pembuangan air warga sekitar.
"Dulu lahan ini jadi area pembuangan air warga sekitar, ada kerbau, lintahnya banyak dan ada juga (ular) cobra. Di awal-awal sempat ada cobra yang masuk nyelonong ke dalam ruangan," jelasnya.
"Jadi wajar, ketika ada penggalian tanah di bawahnya ada genangan air. Karena dulu memang lahan rawa," sambung Djameel.
Diketahui, proses penggalian liang lahat untuk almarhum Ustaz Maaher itu diperkiirakan mulai pukul 08.00 WIB.
Tag
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak