SuaraBogor.id - Sebanyak 8.000 kendaraan diusir karena ganjil genap Kota Bogor. Kendaraan itu diputar balik pada penerapan ganjil-genap hari pertama pekan ke-tiga, tepatnya pada Sabtu (20/2/2021) kemarin.
Kendaraan yang diputar balik didominasi oleh kendaraan roda dua. Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Prasetyo Purbo memerincikan, mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB, kendaraan yang diputar balik antara lain 3.578 kendaraan roda empat dan 4.560 kendaraan roda dua.
Sehingga, jika ditotal, jumlah kendaraan yang diputar balik ada 8.138 kendaraan dari sebelas titik pengawasan.
“Jumlah kendaraan yang diputar dari enam titik pos sekat dan lima titik check point 3.578 kendaraan roda empat dan 4.560 kendaraan roda dua,” ujar Prasetyo ketika dikonfirmasi, Minggu (21/2/2021).
Sejumlah kendaraan roda empat melaju di bawah layar elektronik yang mengumumkan pemberlakuan ganjil-genap di tol Jagorawi, Kota Bogor, Jawa Barat.
Selain ribuan kendaraan yang diputar balikkan, lanjut Prasetyo, terdapat sembilan pelanggar yang dikenakan sanksi.
Tiga orang di antaranya dikenakan sanksi administrasi dan enam pelanggar dikenakan teguran sanksi sosial.
Dalam pelaksanaan ganjil-genap kali ini, setidaknya ada 260 personel gabungan TNI-Polri, bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor diturunkan dalam giat ini.
“Giat yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Bogor Kota bersama unsur Forkopimda melibatkan 260 personil pengamanan,” tutur Prasetyo.
Baca Juga: 2 Kelurahan di Kota Bogor Diterjang Banjir Lintasan
Seperti yang telah dilaksanakan dua pekan sebelumnya, Prasetyo menambahkan, penerapan ganjil-genap ini dilakukan untuk mereduksi massa yang masuk ke dalam Kota Bogor.
Dalam penerapannya, petugas menerapkan skala prioritas dalam membatasi aktivitas masyarakat.
“Penerapan ganjil-genap ini menerapkan skala prioritas, dimana aktifitas masyarakat dalam bekerja, transportasi publik dan sembako, serta element satgas Covid dan tenaga kesehatan masih dapat beraktivitas normal,” ujarnya.
Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo menambahkan, belum ada perubahan pada pos sekat maupun titik checkpoint pada ganjil-genap pekan ke-tiga ini.
"Sejauh ini masih sesuai rencana (belum ada perubahan titik sekat dan chekcpoint). Begitu juga untuk titik denda," jelasnya.
Eko menyebutkan, ada enam titik pos sekat yang disiapkan terutama untuk kendaraan yang berasal dari luar Kota Bogor.
Sementara, ada lima titik check point yang diutamakan untuk kendaraan di dalam Kota Bogor sendiri.
Berita Terkait
-
Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi
-
Ganjil Genap Disebut Bikin Mal Sekarat hingga Pengusaha Kabur dari Jakarta
-
Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar
-
10 Tahun Ganjil Genap, Dishub DKI Kaji Ulang: Macet Turun, Ekonomi Terganggu?
-
Populasi Mobil Listrik Melonjak Kebijakan Bebas Ganjil Genap Mulai Dilematis
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Lapas Cibinong, Tensi Agak Tinggi
-
BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar
-
Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor
-
Temuan 'Apartemen' Lapas Cibinong Bikin Meradang, DPR Minta Usut Dugaan CCTV Sengaja Dimatikan
-
Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar