SuaraBogor.id - Ketika bekerja dan merasa sudah begitu nyaman dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Hal itu akan berdampak kepada kualitas kerja kita karena merasa dengan zona nyaman.
Dengan anda berada di zona nyaman pastinya anda puas dengan apa yang dikerjakan, bahkan meski hal tersebut tidak maksimal. Alih-alih memberikan hasil yang lebih baik, kondisi ini justru bisa saja membuat kinerja menurun dan berada di bawah rata-rata.
Hal seperti ini kerap tidak disadari oleh sebagian orang, namun bisa membawa dampak buruk dalam perkembangan karir kedepannya. Simak beberapa tanda berikut ini, yang menunjukkan jika kinerja mulai menurun karena terjebak zona nyaman
1. Sering menunda pekerjaan
Saat terjun ke dunia kerja, Anda akan memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan. Anda akan diberi tugas sesuai dengan kapasitas Anda disana, tentunya semua ini harus diselesaikan dengan sebaik mungkin. Namun jika selalu menunda-nunda untuk menyelesaikan pekerjaan, maka berbagai pekerjaan ini akan menumpuk. Bukannya lebih mudah diselesaikan, justru akan kewalahan dan beresiko untuk menyelesaikannya dengan asal-asalan.
Kebiasaan menunda pekerjaan merupakan salah satu tanda jika sudah terjebak dalam zona nyaman. Anda merasa biasa saja dan tak lagi memiliki gairah untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Anda merasa mampu dan bisa menyelesaikannya di waktu-waktu terakhir, meskipun anggapan seperti ini tidak bisa dipastikan benar. Semua ini tentu akan membuat kinerja menurun dan tak lagi berada pada level maksimal.
2. Tidak produktif dan selalu malas-malasan
Tak ada pekerjaan yang terlalu berat, jika Anda bersemangat dan memiliki keinginan yang besar untuk menyelesaikannya dengan baik. Namun jika Anda sudah terjebak dalam zona nyaman, maka semangat kerja yang seperti ini biasanya akan mulai menghilang. Anda mungkin merasa tidak perlu melakukan sesuatunya dengan maksimal, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan.
Apapun alasannya, sikap bermalas-malasan tentu tidak mencerminkan sikap pekerja yang profesional. Sikap yang seperti ini akan membuat kinerja menurun dan tak lagi produktif. Anda tidak akan mampu menyelesaikan berbagai tugas dengan baik, bahkan meski itu sudah menjadi tugas yang biasa ditangani. Perasaan yang terlalu nyaman di tempat kerja memang sering menjadi tantangan, bahkan bisa membuat Anda terjebak di dalamnya.
Baca Juga: Nggak Perlu Minder! Ini 5 Keunggulan yang Dimiliki Fresh Graduate
3. Berhenti belajar dan berkembang
Semua orang perlu belajar dan selalu mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Proses berinovasi seperti ini akan memberi ruang untuk mengembangkan potensi-potensi terbaik yang selama ini mungkin belum sempat digali. Jika Anda tak lagi mau belajar dan berkembang, maka Anda sudah stagnan di satu titik yang sama.
Anda sudah terlalu nyaman dengan lingkungan dan juga kemampuan yang dimiliki saat ini, sehingga merasa tidak perlu belajar lagi. Seiring berlalunya waktu, semua ini akan membawa mundur dan membuat kinerja menjadi menurun. Resiko akan tergantikan oleh pekerja lain juga akan semakin besar, mengingat perusahaan akan selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Jika Anda tak siap menghadapi perubahan tersebut, maka bisa jadi orang lain yang melakukannya.
4. Sering melakukan kesalahan saat bekerja
Kesalahan dalam bekerja merupakan hal yang wajar, namun tentu saja tidak lagi jika terlalu sering terjadi. Saat tidak bekerja dengan fokus, maka berbagai kesalahan seperti ini sangat rentan terjadi, bahkan berulang. Ini menunjukkan menurunnya kinerja, apalagi jika selama ini Anda terbilang tidak pernah melakukan kesalahan. Jika tidak segera diperbaiki, hal ini bisa saja memperburuk citra dan prestasi di tempat kerja.
5. Menurunnya profesionalisme akibat urusan pribadi
Berita Terkait
-
Kementerian PU Terus Tangani Layanan Air Bersih bagi Masyarakat Aceh Tamiang Pascabencana
-
Pemerintah Kaji Program Work from Mal, APBI Sebut Sejalan dengan Tren Kerja Fleksibel
-
Logistik Aceh Kembali Bernapas: Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Resmi Difungsikan
-
Empat Pekan Pascabencana Sumatra, Apa Saja yang Sudah Pemerintah Lakukan?
-
SPPG Turut Berkontribusi pada Perputaran Ekonomi Lokal
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Memulai 2026 dengan Langit Baru, 5 Doa dan Afirmasi agar Mental Tetap Waras dan Rezeki Lancar
-
Polres Bogor Jadi Pilot Project Jabar: Bentuk Satuan Khusus Berantas Perdagangan Orang
-
Berkas Kasus Korupsi Rp2,3 Miliar Kades Cikuda Resmi P21, Polres Bogor: Jangan Coba-coba!
-
Cek Jadwal KRL Bogor-Jakarta Jumat 2 Januari 2026: Jangan Sampai Ketinggalan Kereta!
-
Punggung Gak Cepat Lelah, Ini Daftar Sepeda MTB Bekas Geometri Tegak yang Cocok buat Bapak-bapak