SuaraBogor.id - Seorang pria nekat loncat ke aliran Sungai Cianjur, di Kampung Pataruma, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sampai saat ini belum ditemukan.
Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian terhadap pria bernama Andi Sugandi (27) warga Kampung Lio, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur itu loncat ke Sungai pada Senin (15/3/2021) lalu.
Dalam proses pencarian pada hari ketiga yang dilakukan Tim SAR gabungan ini, area pencarian dibagi menjadi empat sektor, yaitu sektor pertama mulai dari tempat kejadian (Pataruman) hingga ke Parung Bedil, sektor dua mulai dari Parung Bedil hingga Legok Terong dilakukan dengan cara rafting.
Kemudian sektor tiga dari Legok Terong hingga Nusa Dua dilakukan dengan menggunakan LCR (Landing Craft Rubber), selanjutnya sektor empat dilakukan pemantauan di sejumlah titik di area Dermaga Nusa Dua.
Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, mengatakan pada hari ketiga tim SAR gabungan memperluas area pencarian dan belum membuahkan hasil.
"Dua tim SAR gabungan diterjunkan dan area pencarian dibagi menjadi empat sektor. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pencarian. Ada yang menyisir dengan cara rafting dan ada juga yang menyisir menggunakan LCR," kata Deden kepada wartawan, dikutip dari Sukabumiupdate.com -Jaringan Suara.com, Kamis (18/3/2021).
Deden menyebutkan, intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cianjur menjadi kendala dalam proses pencarian.
"Intensitas curah hujan tinggi, sehingga proses pencarian dengan cara menyisir air dan sisi Sungai sering dihentikan karena debit air di aliran Sungai meningkat," jelasnya.
Dalam proses pencarian itu, lanjut Deden, tim SAR gabungan juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai agar segera melaporkan jika melihat keberadaan korban.
Baca Juga: Puluhan Santri di Cianjur Positif COVID-19, Satgas: Klaster Ponpes Keempat
Berita Terkait
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat