SuaraBogor.id - Tepat di hari ke sembilan kobaran api di lokasi penampungan limbah ban di Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, masih belum bisa dipadamkan.
Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) pun masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik lokasi, Selasa (27/4/2021).
Pantauan Suarabogor.id- jaringan Suara.com di lokasi, api masih saja menyala di beberapa titik lokasi. Meski begitu kobaran api tidak separah seperti beberapa hari sebelumnya. Tersisa api-api kecil di setiap sudut tumpukan ban bekas tersebut.
“Iya seperti ini sekarang tinggal api-api kecil saja. Belum padam sepenuhnya,” kata Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Burhansyah kepada Suarabogor.id, Selasa (27/4/2021).
Dia menyebut, di hari ke sembilan ini kendala pemadaman seperti kepulan asap masih bisa terlihat di beberapa titik. Sejauh ini masih bisa terkendali.
“Masih terus diupayakan sampai tuntas olah Damkar Kabupaten Bogor di bantu oleh Damkar swasta KAJAMA (karya jaya Mandiri),” ucapnya.
Menurutnya, kemungkinan pemadaman api akan selesai dalam dua hari kedepan. Itupun harus menggunakan alat berat berupa beko untuk mengurai tumpukan ban yang terbakar.
“Untuk stok air kita menggunakan sistem statis dari sumber air di supplai ke antar Mobil pemadam. Dalam waktu 2 hari ke depan itupun harus tetap dibantu alat berat beko,” singkatnya.
Sementara itu Komandan Sektor Cileungsi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Hendra Kurniawan mengungkapkan, proses pemadaman api masih sangat sulit dilakukan.
Baca Juga: Tempat Hiburan Malam di Parung Bogor Nekat Beroperasi Saat Ramadhan
“Jadi posisi apinya ini adanya di bawah tumpukan ban. Untuk memadamkannya kami harus menggunakan alat berat,” ungkapnya.
Dia menuturkan, di hari sebelumnya api sempat berhasil dijinakan namun akibat api kembali muncul lantaran bara api masih berada di dalam tumpukan ban bekas.
“Kemarin-kemarin kita sempat berhasil sedikit menjinakkan apinya, tapi karena ini tumpukan ban bekas, kemungkinan yang berhasil kami padamkan itu bagian atasnya saja, dan ternyata bagian bawahnya masih ada bara api, makannya saat angin berhembus api muncul kembali,” tutup Hendra.
Seperti diketahui, peristiwa kebakaran tumpukan limbah ban bekas terjadi pada Senin (19/4/2021). Hingga di hari ke sembilan ini (27/4/2021) kobaran api masih menyala.
Kontributor : Regi Pranata Bangun
Berita Terkait
-
Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja
-
OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding
-
Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan